Validasi BLT DD Taba Baru Berpotensi Gaduh

LAIS RU – Upaya Pemerintah Desa (Pemdes) Taba Baru Kecamatan Lais, untuk mengakomodir tuntutan warga soal Bantuan Langsung Tunai (BLT) berpotensi memunculkan polemik lanjutan. Pasalnya, informasi terhimpun RU, dari pemeriksaan yang dilakukan desa melibatkan unsur pemerintahan di daerah. Final hanya mampu mencakup 10-15 Kepala Keluarga (KK). Sedangkan diketahui protes pemerataan BLT-DD dilakukan lebih dari 50 kepala keluarga.

Camat Lais, Suryansyah, S.Pd dikonfirmasi RU tak menyangkal potensi kegaduhan ini. Hanya saja ia menegaskan, upaya pemerintah desa untuk mengakomodir tuntutan warga tentu juga dibatasi aturan. Sehingga tak mungkin semua warga diakomodir secara keseluruhan.

“Keinginan desa tentu tak ada batasan. Namun perlu diketahui bersama, penyaluran BLT dari dana desa ini ada acuannya. Dalam hal ini kriteria berdasarkan aturan yang ada,” jelasnya.

Disinggung antisipasi jika terjadi konflik lanjutan? Ia mewanti-wanti, protes warga tak akan terulang. Namun demikian, ia menegaskan pihaknya bersama tim dari kabupaten sudah berupaya menjembatani persoalan ini.

“Ya berbicara soal permasalahan, tentu tidak akan ada habisnya. Sekarang tinggal lagi masyarakat menyikapi seperti apa. Yang pasti, desa sudah berupaya untuk mengakomodir permintaan warga itu. Meski memang tidak mungkin dilakukan secara keseluruhan,” ujarnya.

Menariknya, pemeriksaan yang dilakukan oleh pemerintah desa didampingi tim dua hari lalu nyaris berujung konflik. Antazar warga Dusun III, secara spontan melabrak pintu masuk rumah. Beruntung emosi yang nyaris menyulut saat pendataan, dapat diredam setelah Camat Lais memberikan pemahaman soal penyaluran BLT-DD.

“Saya menolak untuk diperiksa,” cetus warga ini.
Senada, Naneng mewanti-wanti protes kaum emak-emak bakal berlanjut kepada kaum pria.”Kalau tidak di cover semua, kemungkinan besar para bapak-bapak akan turun. Intinya kami menuntut BLT-DD dibagikan secara merata,” pungkasnya. (jho)

__Terbit pada
1 Juli, 2020
__Kategori
Agropolitan