Vaksin Serentak BU Ditunda, Bupati Kumpulkan Kades

  • Mulai Didistribusikan, Tahap Awal Tiga Kabupaten

ARGA MAKMUR RU – Rencana penyuntikan vaksin Sinovac secera serentak 13 Januari, di Kabupaten Bengkulu Utara (BU) tertunda. Hal ini dikarenakan adanya aturan dari Kementrian Kesehatan terkait prioritas penerima vaksin.

Dalam satu provinsi, hanya terdapat 3 kabupaten ataupun kota yang bisa menerima suntik vaksin dan Provinsi Bengkulu, akan diberikan di Kota Bengkulu, Kabupaten Seluma dan Kabupaten Bengkulu Tengah.

Dijelaskan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) BU, Samsul Maarif, SKM, M.Kes, adanya pemberitahuan ini maka secara otomatis, rencana Bupati dan Wabup untuk menerima vaksin pertama pada hari ini (Rabu,red), ditunda sampai waktu yang belum dapat dipastikan.

“Informasi dari Kemenkes baru kita terima dan sesuai aturan maka vaksin serentak di BU tidak dilaksanakan. Kemungkinan, BU akan masuk kloter kedua, awal Februari mendatang,” jelas Maarif.

Disoal mengenai kesiapan Tenaga Kesehatan (Nakes) dan penerima vaksin, serta petugas pelaksana suntik vaksin, Ia menerangkan sudah siap bahkan bukan hanya petugas, tempat penyimpanan vaksin Sinovac juga sudah disiapkan sedari awal.

“Mau kloter pertama maupun kloter kedua, kami siap apalagi uji klinis terkait vaksin sudah dilaksanakan oleh BPOM,” tandas Kadis Kesehatan BU.

Informasi lain yang berhasil dihimpun media ini di lapangan, vaksinasi anti Covid-19 terhadap tenaga kesehatan di Kabupaten Bengkulu Utara (BU), jika tak ada perubahan, akan dimulai besok (Kamis,red), 14 Januari 2020.
Pantauan Radar Utara, hingga Selasa (12/1) Pukul 18.16 WIB sore kemarin, vaksin Covid-19 asal China, Sinovac yang baru saja mendapat izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), tepatnya Senin (11/1/) itu, belum tiba di daerah.

Leges EUA oleh BPOM itu mengartikan sahnya penggunaan vaksin itu secara massal. Kepala Dinas Kesehatan BU, Samsul Ma’arif, SKM, M.Kes melalui Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P), Ujang Ismail, SKM, MPH, saat dihubungi Radar Utara menyampaikan, vaksin yang sudah mendapatkan ijin dari Majelis Ulama Indonesia dan BPOM itu, belum tiba di daerah.

Vaksinasi di Provinsi Bengkulu, kata dia, sesuai dengan petunjuk Kementerian Kesehatan (Kemenkes), vaksinasi pertama dilaksanakan di Kabupaten Seluma, Bengkulu Tengah (Benteng) dan Kota Bengkulu. “Vaksin masih di Bengkulu,” beber Ujang, kemarin.

Birokrat yang juga Epidemiolog, sesuai dengan disiplin ilmu yang didapat di Universitas Gajah Mada ini turut menyampaikan, leges penggunaan dari BPOM atas Vaksin Sinovac itu diterbitkan pada hari Senin (11/1) yang memberikan persetujuan penggunaan dalam kondisi emergency,emergency use authorization untuk vaksin Covid-19 itu. Pasalnya, vaksin harus dipastikan lulus uji klinis tahap 1 dan tahap 2. Ketiga yakni uji klinis apakah vaksin tersebut efektif bagi penggunanya.

“Ketentuan itu sudah dilewati sehingga bisa dilakukan vaksinasi secara massal yang diawali kepada para tenaga kesehatan,” pungkasnya.

  • Didistribusikan, Tahap Awal 3 Kabupaten/Kota

PASCA dikantonginya kehalalan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan laik edar dari BPOM, vaksin Covid-19 atau Sinovac bakal segera didistribusikan. Ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, H. Herwan Antoni, SKM, M.Kes. Menurutnya, tahap awal ini pendistribusian dilakukan pada 3 kabupaten/kota terlebih dahulu.

“Diantaranya Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Tengah dan Seluma. Dimana 3 daerah ini terdekat dan diketahui cukup banyak terkonfirmasi positif Covid-19, serta sesuai dengan intruksi dari Pemerintah Pusat. Untuk vaksin Sinovac yang didistribusikan sebanyak 3.500 dosis,” ungkap Herwan.

Dilanjutkannya, vaksin ini didistribusikan langsung ke sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) yang melaksanakan vaksinasi, seperti rumah sakit dan puskesmas. Dimana faskes itu diketahui telah memiliki sarana dan prasarana pendukung. Seperti tenaga vaksinator dan juga sistem rantai dingin (cool chain).

“Tahap awal vaksin diberikan kepada tenaga kesehatan (nakes). Namun kita mengharapkan kepala daerah dan unsur forkompimda masing-masing daerah, dapat menjadi orang pertama yang menerima vaksin dalam rangka memberikan contoh kepada masyarakat. Setelah itu baru menyusul nakes,” kata Herwan.

Lebih jauh dikatakannya, jadwal pemberian vaksin di kabupaten/kota dilaksanakan setelah pelaksanaan vaksinasi di Provinsi pada 14 Januari yabg diawali dengan Gubernur Bengkulu.

“Kita sudah menyosialisasikan terkait proses penyimpanan vaksin, data penerima vaksin hingga tahap tata pelaksanaannya,” singkat Herwan.

  • Terkait DD, Bupati Kumpulkan Kades

SEMENTARA itu, setidaknya terdapat sekitar 30 Kepala Desa (Kades) di tiga kecamatan dalam wilayah dapil IV BU yakni Ketahun, Putri Hijau dan Marga Sakti Sebelat (MSS) pada hari ini (Rabu,red). Dijadwalkan memenuhi undangan yang akan dihadiri langsung oleh Bupati BU, Ir H Mian.

Informasi yang berhasil dihimpun RU, kehadiran 30 Kades yang terpusat di Desa Air Muring Kecamatan Putri Hijau dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan ini. Dikabarkan, terkait penegasan Bupati BU beserta DPMD BU dalam mensosialisasikan prioritas penggunaan dana desa (DD) TA 2021.

“Akan ada sosialisasi terkait prioritas penggunaan anggaran DD tahun ini oleh DPMD BU. Kebetulan akan di hadiri Bupati langsung. Yang hadir seluruh Kades di tiga kecamatan. Kita bersifat memfasilitasi tempat acara,” terang Camat Putri Hijau, Sutrino, M.Pd, lewat Sekcam, Soefredy, SE. (mae/bep/tux/sig)

__Terbit pada
13 Januari, 2021
__Kategori
News