Usai Direhab, Pelabuhan Kahyapu Tinggal Uji Sandar

BENGKULU RU – Pelabuhan Kahyapu di Pulau Enggano Kabupaten Bengkulu Utara yang sebelumnya mengalami kerusakan dan tidak bisa digunakan kapal untuk bersandar, dikabarkan telah selesai dilakukan perehaban. Ini disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu, Drs. Darpinuddin. Menurutnya, rehabilitasi berlangsung pada tahun anggaran 2020 lalu.

“Dimana perehaban pelabuhan itu sendiri, langsung dilakukan pihak Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VI Bengkulu-Lampung Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI. Kita juga baru tahu jika rehabilitasi pelabuhan Kahyapu itu, pada tahun lalu tetap dilakukan. Jadi kita sempat kaget juga,” ungkap Darpin, Selasa (12/1).

Karena, lanjut Darpin, tahun lalu itu sempat dipersiapkan anggaran untuk pembangunan pelabuhan Kahyapu. Pertama bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan APBN melalui BPTD Wilayah VI.

“Hanya saja akibat pandemi Covid-19, DAK yang kita siapkan itu dirasionalisasikan. Begitu juga yang bersumber dari APBN pada BPTD, tapi tidak seluruhnya,” kata Darpin.

Sisa dari rasionalisasi itulah, sambung Darpin, digunakan DPTD Wilayah VI merehab pelabuhan Kahyapu. Tapi untuk sementara ini belum bisa digunakan, lantaran harus dilakukan uji sandar dulu.

“Sebelum uji sandar, mekanismenya pihak BPTD Wilayah VI menyerahkan pada PT. Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan Indonesia Ferry (Persero) atau ASDP dulu,” ujar Darpin.

Ia menambahkan, sejuah ini pihaknya juga belum mengetahui pasti kapan uji sandar itu dilakukan. Namun untuk pastinya bisa berkoordinasi langsung, baik pada BPTD atau PT. ASDP.

“Kemungkinan besar belum bisa dilakukan dalam waktu dekat ini, karena diketahui Kapal Ferry Pulo Tello tengah docking berkala,” terang Darpin.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Tantawi Dali, S.Sos, MM menyambut baik dengan telah selesai direhabnya pelabuhan Kahyapu yang memiliki peran sangat vital bagi masyarakat.

“Kita berharap nantinya pelabuhan itu dapat segera digunakan, karena menjadi urat nadi transportasi masyarakat setempat,” demikian Tantawi. (tux)

__Terbit pada
13 Januari, 2021
__Kategori
Kota Bengkulu