Turun ke Dapil, Yurman Pastikan Tindaklanjuti Keluhan Warga

BENGKULU RU – Anggota DPRD Provinsi Bengkulu dari Daerah Pemilihan (Dapil) II Kabupaten Bengkulu Utara dan Bengkulu Tengah, H. Yurman Hamedi, S.Ip memastikan bakal menindaklanjuti keluhan ataupun usulan warga. Kepastian ini disampaikan Politisi Partai Parindo ini saat turun ke daerah pemilihannya dalam rangka reses masa sidang ke-II tahun sidang 2021.

Reses yang dimulai sejak tanggal 08 hingga 12 Juni 2021 tersebut, Yurman secara langsung menjari aspirasi warga desa Kerta Pati, Lubuk Balam Kecamatan Air Besi, dan desa Tebing Kandang Kecamatan Air Napal Kabupaten Bengkulu Utara. Dalam kesempatan itu, permasalahan infrastruktur masih mendominasi menjadi keluhan dan usulan warga.

“Berbagai keluhan dan aspirasi ataupun usulan warga berhasil kita serap dalam reses dan rata-rata keluhan atau usulan itu masih berkaitan dengan kondisi infrastruktur. Selain itu dalam momen tersebut saya juga menyempatkan diri meninjua langsung kondisi infrastruktur yang dikeluhkan warga dan diharapkan agar dapat dibangun,” ungkap Yurman.

Menurutnya, keluhan itu dibuktikan dengan desakan dari masyarakat agar dilakukannya pembangunan dan peningkatan akses jalan dari desa Kerta Pati hingga Lubuk Balam. Termasuk juga pembangunan jalan poros desa, serta jalan sentra produksi untuk mengakut hasil pertanian dan perkebunan masyarakat. Tentu saja keluhan ataupun aspirasi itu harus disikapi.

“Sehingga nantinya apa yang diharapkan warga bisa terealisasi. Apalagi diketahui desa Kerta Pati, Lubuk Balam, dan Tebing Kandang sudah sangat lama tidak tersentuh pembangunan infrastruktur. Sementara infrastruktur ini memiliki peran dan pengaruh yang besar dalam menumbuhkan perekonomian warga,” tegasnya.

Disamping itu, lanjut lelaki yang akrab disapa Medi ini, warga Tebing Kandang juga berharap perbaiki drainase pada kiri dan kanan jalan lintas barat (Jalinbar) yang merupakan jalan nasional.

“Kemudian warga Lubuk Balam meminta bantuan untuk perbaikan atap masjid setempat yang bocor. Warga juga berharap bantuan bibit komoditi perkebunan seperti kelapa sawit dan karet, serta ternak,” ujarnya.

Lebih jauh dikatakannya, permasalahan lain yang juga disoroti warga yakni lubang bekas galian tambang batu bara (BB), yang diketahui belum direklamasi.

“Tentu saja ini menjadi catatan kita agar dapat segera ditindaklanjuti pihak yang berkompeten. Saya pun bakal berkoordinasi langsung dengan Pansus RTL untuk mengecek langsung persoalan ini,” pungkasnya. (tux)