Trend Elektabilitas HM Turun, R2 dan AIR Naik

  • Paslon AIR Masih Unggul

BENGKULU RU – Trend elektabilitas Pasangan Calon Gubernur dan Wagub nomor urut 1 Helmi Hasan-Muslihan DS (HM) turun, sedangkan nomor urut 2 Rohidin Mersyah-Rosjonsyah (R2) dan nomor urut 3 Agusrin M. Najamudin-Imron Rosyadi (AIR) naik. Ini berdasarkan hasil survei cepat Fixpoll Research and Strategic Consulting yang disampaikan Senin (23/11).

Direktur Eksekutif Fixpoll, Muhammad Anas RA menyampaikan, setelah melakuan survei, terdapat perbedaan hasil antara survei yang dilakukan pihaknya pada bulan Juli dengan bulan ini. Dimana ketika hasil survei itu dibandingkan ada 1 Paslon Gubernur dan Wagub Bengkulu trand elektabilitasnya turun, sedangkan 2 Paslon lainnya naik.

“Trend elektabilitas yang turun itu yakni Paslon nomor urut 1, Helmi-Muslihan. Waktu survei pada Juli lalu dukungan elektoral untuk Paslon ini 19,7 persen, namun bulan ini terpotret hanya 16,4 persen yang berarti terdapat penurunan sekitar 3,3 persen,” ungkap Anas saat memaparkan hasil survei yang dilakukan pihaknya sejak tanggal 16-20 November 2020.

Sedangkan, lanjut Anas, untuk Paslon nomor urut 2, Rohidin Mersyah-Rosjonsyah dukungan elektoralnya berdasarkan hasil survei Juli lalu sebesar 22,3 persen. “Tapi survei pada bulan ini menjadi 31,2 persen, yang artinya ada kenaikan sekitar 8,9 persen,” kata Anas yang mengaku survei dengan metode multistage random sampling dan sampel sebanyak 1.640 orang.

Kemudian, sambungnya, untuk Paslon nomor urut 3, Agusrin-Imron yang terakhir ditetapkan sebagai Paslon, dukungan elektoral dari survei bulan Juli sekitar 27,8 persen. “Tapi bulan ini menjadi 43,1 persen. Dengan demikian dukungan elektoral terhadap Agusrin-Imron yang sempat dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) ini naik sekitar 15,3 persen,” beber Anas.

Menurutnya, hasil survei yang dilakukan dalam bulan ini tersebut, diketahui setelah pihaknya langsung melakukan simulasi surat suara pada responden. “Memang dari hasil survei itu Paslon nomor urut 3 masih mengungguli 2 Paslon laoinya. Selain itu sebanyak 7,7 persen menolak melakukan simulasi, dan 2,3 persen cara simulasi salah hingga surat suara tidak sah,” ujar Anas.

Lebih jauh dikatakannya, dengan waktu tersisa masih tetap ada peluang bagi Paslon nomor urut 1 dan 2 untuk mendongkrak perolehan suara pada hari H Pilkada serentak nanti. “Tinggal lagi mau tidaknya memaksimalkan waktu yang ada,” singkat Anas yang mengaku optimis jika hasil surveinya memiliki toleransi kesalahan(Margin of Error) kurang dari 2,5 persen dan tingkat kepercayaan 95,0 persen. (tux)

__Terbit pada
24 November, 2020
__Kategori
Kota Bengkulu