Terancam Abrasi, Warga Pesisir Pantai “Menjerit”

LAIS RU – Warga yang bermukim di pesisir pantai Desa Dusun Rajo, Kecamatan Lais, kian menjerit. Abrasi kian parah dan saat ini tinggal menyisakan kurang dari satu meter, dari rumah. Warga semakin khawatir terkait keselamatan materi dan jiwa, mengingat kondisi cuaca yang mengakibatkan abrasi semakin meluas.

“Siapa yang tidak khawatir. Belakang rumah tingga menunggu terjun ke jurang. Maklum saja, abrasi sudah semakin parah,” kata Iksan, salah satu warga.
Warga lainnya, Saini mengaku ia dan warga yang turut terancam abrasi dihantui kecemasan pada malam hari. Ia khawatir abrasi terjadi saat keluarga tengah terlelap tidur.

“Nyawa taruhannya. Kami harap abrasi ini dapat segera ditangani. Setidaknya dilakukan pemasangan pemecah ombak, agar apa yang ditakuti tidak terjadi,” pintanya.

Kepala Desa (Kades) Dusun Rajo, Suroyo menegaskan pihaknya terus berupaya agar penanganan abrasi dapat dilakukan tahun depan.

“Kami terus menjalin komunikasi ke pihak Balai Wilayah Sumatera 7. Dan terakhir sempat disampaikan kemungkinan besar, akan ditangani Tahun 2021. Besar harapan kami, antisipasi resiko ancaman abrasi dapat secepatnya ditanggulangi,” tandasnya. (jho)

__Terbit pada
3 Desember, 2020
__Kategori
Agropolitan