Target SDGs, Pemdes Tambak Rejo Lakukan Pelatihan Mandiri

PADANG JAYA RU – Ditenggat waktu hingga 31 Mei 2021, pemerintah desa di Kecamatan Padang Jaya dikhawatirkan dengan tidak tuntasnya pendataan berbasis digital dalam program Sustainable Development Goals (SDGs) yang merupakan aksi pendataan penduduk secara serentak di Indonesia.

Pasalnya, hingga saat ini panitia pelaksana pelatihan SDGs belum melaksanakan namun ditunda setelah lebaran pada tanggal 19 bulan Mei. Padahal, hasil pendataan rencananya dilakukan oleh aparatur pemerintah desa itu tinggal menghitung hari.

Tidak hanya itu, proses pengambilan data juga bakal mengalami kendala, seperti kondisi jaringan internet serta keberadaan warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani.

Kades Tambak Rejo, Ali Sadikin kepada RU mengatakan, pihaknya berinisiatif serta mengumpulkan perangkat dan Rukun Tetangga (RT) untuk dilakukan percepatan pengambilan data, secara mandiri mengundang pendamping desa untuk memberikan pengetahuan terkait SDGs

“Waktu kita tidak banyak. Paling lambat 31 Mei sudah penetapan, makanya kita lakukan secara mandiri dengan mengundang pendamping desa,” jelasnya.

Dijelaskan Kades, kehadiran pendamping desa diminta untuk memberikan ilmu serta memastikan para calon tenaga yang dilibatkan dalam pendataan yang nantianya terjun kemasyarakatan. Mulai dari pengenalan SDGs, sosialisasi Pengenalan aplikasi serta Pengimputan data dari masyarakat Menggunakan formulir dan terahir finalisasi.

“Semoga dengan waktu yang ada, perangkat desa serta RT yang melaksanakan,bisa berjalan dan pendataan ini selesai tepat waktu,” tambahnya.

Sementara Camat Kecamatan Padang Jaya, Syarifah Inayati, SE saat dikonfirmasi via ponsel terkait keterlambatan kegiatan pendataan berbasis digital itu, pihaknya membenarkan bahwa kegiatan penentu arah pembangunan suatu desa itu, tertunda dan akan digelar usai lebaran. Ia mengaku, dikarenakan adanya desa yang ada di wilayahnya belum semuanya melakukan tahapan pencairan.

“Seharusnya bulan kemarin, cuma kesepakatan para kepala desa untuk dilakukan pada 19 Mei, mengingat waktu itu masih ada desa yang belum memiliki anggaran dikarenakan masih tahap proses penyusunan APBDes,” pungkasnya. (**)