Sulit Tentukan Jenis Kelamin, Hingga Harga Terjun Bebas

  • Suka Duka Budidaya Lovebird 

BERAWAL dari hobi memelihara hingga sampai pada mengikuti kontes berbagai jenis burung, pemuda Kelurahan Karang Indah Kota Bengkulu, Akmaludin Hakim, akhirnya memilih membudidayakan burung yang kerap dikenal dengan sebutan Lovebird. Bagaimana suka dukanya? Berikut laporannya:

AFTARIZAL DONI – BENGKULU

Setiba di lokasi penangkaran budidaya Lovebird milik pria yang kerap disapa Hakim, dengan ukuran tidak lebih dari 3 x 5 meter, kicauan Lovebird terdengar lantang dan saling bersahut-sahutan. Ketika pintu dibuka, tampak Lovebird dengan berbagai varian warna yang elok dipandang mata dan dari sisi harga beragam pula.
Di bagian lain sepasang Lovebird terlihat tengah menjaga anaknya.

“Kalau harga indukan dalam penangkaran saya ini beragam, mulai dari Rp 250 ribu hingga ada yang jutaan rupiah. Bahkan calon indukan berwarna kecoklatan ini saja, baru sepekan lalu saya beli dengan harga Rp 1 juta,” ungkap Hakim yang kesehariannya berprofesi sebagai Account Executive (AE) Surat Kabar Harian (SKH) Rakyat Bengkulu (RB).

Budidaya Lovebird, lanjut Hakim, sudah ditekuninya sejak 4 tahun yang lalu. Sampai dengan saat ini kalau bicara modal, mungkin sudah sampai Rp 30 juta.
“Hasil penjualan dari budidaya yang saya lakukan inilah, selalu diputar untuk dijadikan modal. Jadi ketika anakan Lovebird yang saya jual, saya beli indukan dengan varian baru untuk budidaya,” kata Hakim.

Dalam budidaya Lovebird, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Walaupun sudah lama menggeluti budidaya ini, sampai saat ini saja sangat sulit menentukan jenis kelamin burung jenis ini.

“Jadi tak jarang terkadang kami menemui Lovebird ini ada yang suka sesama jenis. Kalaupun ada yang mengaku bisa membedakan jenis kelaminnya, itu baru sebatas prediksi saja,” ujarnya.

Diakhir ceritanya, Hakim menyampaikan, saat ini harga jual Lovebird sudah terjun bebas. Salah satu penyebabnya karena banyak yang budidaya.

“Bahkan di Bengkulu ini banyak Lovebird yang diperjualbelikan, hasil budidaya provinsi lain seperti Lampung. Dulu harga jual Lovebird menjanjikan,” demikian Hakim. (**)

__Terbit pada
11 Juli, 2020
__Kategori
News