Realisasi Pembangunan Jembatan Tanjung Putus Dipertanyakan

KERKAP RU – Rencana pembangunan jembatan penghubung antar desa dan Kecamatan, di Desa Tanjung Putus, Kecamatan Kerkap, Kabupaten Bengkulu Utara yang sebelumnya direncanakan dibangun pada tahun 2020 lalu, oleh Pemkab Bengkulu Utara melalui kerjasama dengan Kementerian PUPR RI, hingga kini tak kunjung ada kejelasan.

Jembatan dengan konstruksi lantai papan itupun kini mulai sulit dilalui. Ini lantaran lantai jembatan mulai keropos dan berlubang.

Kepala Desa Tanjung Putus, Kusinda Herianto menjelaskan, sesuai dengan hasil kunjungan Bupati Bengkulu Utara bersama perwakilan dari Kementerian PUPR pada 6 Januari 2021 lalu. Jembatan di desanya itu, akan segera dibangun dengan besaran anggaran yang akan digelontorkan sebesar Rp 12 Miliar. Bersumber dari anggaran pemerintah pusat.

“Harusnya jembatan kami sudah selesai tahun 2020 lalu. Tapi, sampai pertengahan tahun 2021 ini, kami belum dapat kejelasan, baik dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat,” ujarnya.

Dirinya juga mengaku, sudah sangat kewalahan untuk melakukan perbaikan jembatan di desanya itu. Pasalnya, meski rutin dilakukan perbaikan. Namun hasil perbaikan tak bertahan lama dan rusak lagi.

“Yang jelas, setiap 6 bulan sekali kami harus gotong royong perbaiki jembatan. Sebab, papannya sudah rusak. Harusnya, memang dibangun permanen,” pintanya.

Kades berharap, atas kondisi kerusakan jembatan tersebut, pemerintah daerah bisa segera memberikan kejelasan atas rencana yang telah disampaikan pada masyarakat pada awal tahun 2020 lalu.

“Ya, jika memang anggaran dari pusat gagal digelontorkan untuk pembangunan jembatan kami. Kami minta sampaikan ke masyarakat. Sebab, selama ini kami yang ditagih,” tandasnya. (sfa)