Puncak Gerhana Bulan Merah, Hari Ini Pukul 18.18 WIB

ARGA MAKMUR RU – Fenomena alam menarik hari ini adalah Gerhana Bulan. Masyarakat di beberapa lokasi, diperkirakan bisa menikmati sekaligus mengabadikan salah satu momen langka ini. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Geofisika (Stageof) Kepahiang, mengabarkan puncak fenomena alam Super Blood Moon ini, akan terjadi hari ini Pukul 18.18 Waktu Indonesia Barat (WIB).

“Gerhana Bulan Total akan terjadi ketika posisi Matahari-Bumi-Bulan sejajar. Bulan terada di titik terdekat dengan bumi (Perige),” beber BMKG Stageof Kapahiang yang disebar via Info BMKG Bengkulu, Rabu (26/5) Pukul 13.38 WIB.

Dalam kabar itu, lembaga yang mengurusi soal fenomena alam itu membeber tujuh visibilitas gerhana bulan total itu dimulai dari awal fase penumbra pada Pukul 15.46 WIB, awal fase sebagian Pukul 16.44 WIB, awal fase total Pukul 18.09 WIB, PUNCAK GERHANA Pukul 18:18:43 WIB, akhir fase total Pukul 18:28 WIB, akhir fase sebagian Pukul 19.52 WIB dan dipungkas dengan Akhir Fase Penumbra Pukul 20.51 WIB. Hanya saja, konfirmasi radarutara.id belum memberikan penjelasan lebih gamblang, khususnya titik-titik masyarakat bisa mengabadikan momen fenomena langka ini di wilayah Provinsi Bengkulu.

“Pengamatan akan dilakukan di halaman Kantor Stageof Kepahiang Pukul 16.00 WIB s/d selesai,” tulis Stageof Kepahiang dalam unggahan grup Info BMKG Bengkulu.

Disinggung soal titik-titik masyarakat agar bisa mengabadikan momen fenomena langka ini di wilayah Provinsi Bengkulu, Stageof Kepahiang menerangkan secara umum seluruh wilayah Provinsi Bengkulu akan tampak pada fase puncak gerhana.

“Lokasinya bisa dimana saja, mengarah ke timur. Direkomendasikan di tempat-tempat yang tinggi,” jelasnya.


Kemenag Imbau Solat Sunah Gerhana Tertib Prokes

SEMENTARA ITU, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bengkulu Utara (BU), H Ajamalus, S.Ag, MH, turut mengimbau masyarakat untuk melaksanakan ibadah sunah Solat Gerhana. Diterangkannya, solat sunah ini dianjurkan lantaran untuk menjadi momen muhasabah diri akan keagungan Allah SWT. Tak hanya itu juga, Gerhana Bulan Total yang juga disebut Super Blood Moon ini merupakan fenomena keindahan alam sekaligus petunjuk dan pembuktian bahwa tidak ada satu pun hal didunia ini yang hanya bisa dilakukan sendiri. Keindahan bahkan pekerjaan besar pun, akan jauh lebih baik ketika dilakukan bersama-sama. Karena pada dasarnya, khitoh penghuni alam semesta raya ini yang pasti membutuhkan peran-peran dari pihak lain.

“Gerhana Bulan Total ini adalah peristiwa pergerakan komponen tata surya ini yang berada di garis sejajar. Matahari sebagai pusat tata surya, tetap membutuhkan planet lain, agar panasnya tidak langsung ke bumi, sehingga tidak menghanguskan. Bulan juga seperti itu, memerlukan momen, agar berfungsi dalam merias alam bersama bintang-bintang. Bumi pun demikian yang memerlukan peran keduanya dalam aktifitas rotasi atau berputar pada porosnya, dalam menjaga kesetabilan alam bumi di dalamnya dan bermanfaat bagi manusia dan mahluk lainnya. Karena itu, pelajaran berharga dari fenomena ini adalah kita tidak bisa hidup sendiri dan pasti membutuhkan orang atau pihak atau elemen lain, untuk lebih bermanfaat bagi orang, pihak atau elemen lain,” terang Ajamalus.

Dia juga mengimbau agar pelaksanaan Solat Sunah Gerhana dalam dua rekaat yang bisa dilakukan Ummat Islam hari ini, tetap berpedoman pada semangat mencegah pandemi Covid-19. Karena itu, Ajamalus meminta, stake holder wajib memantau agar pelaksanaan ibadah solat sunah ini tetap dilakukan secara tertib prokes. Karena mengutamakan kesalamatan baik diri sendiri dan orang lain, adalah esensi ibadah dan sikap manusia berketuhanan.

“Imbauan ini sudah kami sampaikan kepada jajaran. Agar penyelenggaraan ibadah sunah itu, wajib mengutamakan tertib protokol kesehatan,” pungkasnya. (bep)