Polda Turunkan 1.000 Personil, Aksi Massa di KPU Batal

BENGKULU RU – Sebanyak 1.000 personil Polda, Selasa (22/9) diturunkan untuk melakukan pengamanan di sekretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bengkulu. Seiring dengan itu aksi damai yang sebelumnya diprediksi mencapai ribuan massa pendukung bakal Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur, H. Agusrin M. Najamudin, ST-Dr. Ir. H. Imron Rosyadi, MM, M.Si (AIR) batal digelar.

Karo Ops Polda Bengkulu, Kombes Pol. Dede Alamsyah mengatakan, 1.000 personil yang dikerahkan merupakan gabungan dari unsur Polri, TNI, Satpol PP dan Gugus Tugas Covid-19. “Hanya saja pasca personil dikerahkan, kita mendapatkan pemberitahuan jika aksi massa yang dikabarkan dari pendukung bakal Paslon AIR batal digelar,” ungkap Dede.

Menurut Dede, pihaknya menyambut baik pembatalan aksi itu, karena saat ini aksi massa secara tidak langsung dapat melanggar protokol kesehatan Covid-19 lantaran dapat menyebabkan kerumunan massa.

“Kita berharap aksi massa sama sekali tidak sampai terjadi di tengah pandemi Covid-19, khususnya di Provinsi Bengkulu ini,” kata Dede.

Sementara itu, Juru Bicara LO bakal Paslon AIR, Suryawan Halusi mengatakan, batalnya aksi tersebut tidak lepas dari himbauan Pak Agusrin, yang disertai permintaan agar para pendukung, loyalis, simpatisan untuk tenang dan tidak turun ke jalan. Tentunya berkenaan dengan isu adanya pernyataan komisioner KPU yang intinya menjadi pemicu tumbuhnya keresahan para pendukung.

“Sehingga Beliau (Agusrin, red) menghimbau dan mengajak para loyalis tidak perlu melakukan kegiatan langsung turun ke jalan. Alhamdulillah dengan himbauan dari Beliau ini, akhirnya massa pendukung batal menggelar aksi damai. Beliau juga meminta loyalis dan tim untuk tetap solid mendukung Agusrin-Imron, karena optimis melaju dalam Pilkada serentak,” ujar Suryawan.

Disisi lain, lanjut Suryawan, Beliau pun sangat mengapresiasi sikap yang diambil para pendukung. Karena itu sebagai salah satu bukti jika Beliau benar-benar diharapkan kembali memimpin Provinsi Bengkulu bersama Pak Imron. “Terlebih reaksi dan sikap para pendukung itu, benar-benar alamiah. Meskipun demikian para pendukung diharapkan tetap tenang,” tegasnya.

Tak jauh berbeda juga disampaikan Ketua Klan Najamudin, Roman Chavisa, SH. Menurutnya, batalnya aksi setelah Pak Agusrin memberikan himbauan agar tetap tenang dan tidak turun ke jalan.

“Sejauh ini massa dari 10 Kabupaten/Kota beberapa diantaranya memang sudah tiba di Kota Bengkulu. Tapi dengan adanya himbauan itu, massa batal menggelar aksi damai yang rencananya di sekretariat KPU Provinsi,” singkat Roman. (tux)

__Terbit pada
23 September, 2020
__Kategori
News