PKK Harus Konsen Persoalan KDRT

PADANG JAYA RU – Tim Penggerak PKK dinilai memiliki peran strategis dalam pembangunan masyarakat. PKK dapat mendorong pembuat kebijakan dalam upaya mencegah terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dan kekerasan seksual terhadap anak.

Ketua tim penggerak PKK BU, Ny Hj Eko Kurnia Ningsih mengatakan, jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak berpotensi masih akan terjadi. Diperlukan gerakan masyarakat yang lebih masif untuk mengantisipasinya. Dalam hal ini, PKK memiliki peran penting dan strategis dalam berkontribusi menghapus KDRT dan kekerasan kepada anak.

PKK bisa mendorong pemerintah untuk membuat kebijakan dalam upaya mencegah KDRT dan kekerasan seksual terhadap anak. Di tingkat desa, PKK mendorong pemerintah desa mengalokasikan dana desa untuk pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap anak dan KDRT.

“PKK harus mampu memberikan masukan terhadap kebijakan kepala desa terkait perlindungan anak, penyuluhan terhadap calon pengantin dan lainnya,”ujarnya. Peran penting lain yakni mengajak masyarakat orang tua agar lebih memperhatikan kehidupan anaknya.

“Orang tua dituntut memiliki kecakapan dalam mendidik sehingga tidak membiarkan anak hidup dalam kekangan mental maupun fisik. Mengubah pola pikir keluarga semakin peka dan ramah anak menjadi poin penting menghadapi masalah ini,” tegasnya.

Masyarakat juga harus bisa menciptakan lingkungan yang ramah dan layak bagi tumbuh kembang anak. Peran ini menjadi ruang bagi PKK untuk memberikan sosialisasi kepada orang tua dan anak-anak di lingkungan masing-masing.
“Karena kekerasan terhadap anak harus diperangi bersama dan dicegah sejak dini supaya generasi penerus dapat berkembang,” tandasnya. (jho)

__Terbit pada
21 September, 2020
__Kategori
Agropolitan