Penguatan Narasi jadi Strategi Promosi Parekraf

  • Dewi: Tapi Jangan Lebai

BENGKULU RU – Penguatan narasi merupakan salah satu strategi dalam mempromosikan potensi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf), khususnya di Provinsi Bengkulu yang saat ini masih dilanda pandemi Covid-19. Ini disampaikan anggota Komisi X DPR RI, Hj. Dewi Coryati, M.Si usai membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) strategi promosi potensi Parekraf, Sabtu (12/6).

“Promosi potensi Parekraf bisa melalui apa saja, seperti media massa dan juga media sosial (Medsos) yang sebenarnya cukup efektif. Meskipun demikian pada saat mempromosikan potensi itu, tetap harus diawali dengan penguatan narasi. Baik itu pada potensi wisata ataupun ekonomi kreatif seperti produk UMKM berupa makanan, minuman, ataupun lainnya” ungkap Dewi.

Menurutnya, dalam narasi tentunya harus mampu membuat pembaca seakan-akan bisa melihat langsung potensi Parekraf. Sehingga muncul rasa penasaran, dan akhirnya ingin melihat ataupun merasakan langsung.

“Dengan kata lain pada saat narasi dibuat, dapat membangunkan ataupun menumbuhkan rasa penasaran pembaca yang nantinya ditargetkan jadi pengunjung,” kata Dewi.

Tapi, lanjut Dewi, narasi yang dibuat jangan terlalu lebai. Dalam artian buatlah dalam kondisi sebenarnya. Misal produk makanan, dalam narasi itu benar-benar dijelaskan proses pembuatan hingga saat menyantapnya.

“Makanya dalam Bimtek dengan peserta mayoritas dari Kabupaten Seluma, kita targetkan dapat membuat penguatan narasi untuk potensi Parekraf di daerahnya,” harap Dewi.

Sementara itu, Perwakilan Direktorat Komunikasi Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf RI, Entin Hartini menyampaikan, untuk mengenalkan potensi Parekraf di daerah kepada masyarakat umum, dibutuhkan penyebarluasan informasi. Dalam membuat informasi itu, kedepannya diharapkan terlebih dahulu membuat narasi terhadap potensi Parekraf yang ada. Tentunya penguatan narasi ini harus dimulai dari sekarang.

“Sehingga pada saat pandemi berakhir, kita sudah siap dalam mengupayakan peningkatan kunjungan terhadap potensi Parekraf ini. Kita yakin, dengan penguatan narasi terhadap potensi ini dapat memberikan dampak yang besar terhadap perekonomian dari sektor Parekraf. Tentunya bukan hanya skala daerah, tapi juga nasional,” demikian Entin. (tux)