Pemuda Ini Sulap Batok Kelapa jadi Bernilai

ARGA MAKMUR RU – Tempurung kelapa yang terlihat tidak seberapa, namun di tangan Nur Adisty (25 tahun) Warga Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Kota Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara, mampu disulap menjadi bermacam kerajinan (miniatur).

Saat ditemui RU di kediamannya, Minggu (12/1/2020), Nur atau akrab disapa Nora mengatakan, Ia menggeluti kerajinan tangan berbahan baku tempurung (batok) sejak tahun 2017 lalu.

Ketika ia merantau di Bali, Nur mengaku mampu membuat bermacam macam miniatur berkat pengalamannya belajar bersama pengusaha seni batok kelapa selama 6 bulan di Bali.

“Pada masa itu, saya sudah berhasil membuat bermacam-macam miniatur dari bahan baku tempurung kelapa. Keinginan saya itu muncul, karena saya melihat miniatur batok kelapa tersebut cukup menarik dan sampai diekspor ke luar negri.

Sementara di Bengkulu Utara bahan bakunya cukup banyak, maka saya putuskan untuk belajar di sana (Bali),” ujar pemuda yang gemar dengan motor Vespa itu.

Nora menyebutkan, bahan baku tempurung kelapa tersebut bisa disulap menjadi berbagai macam kerajinan tangan yang menarik, di antaranya itu, sebagai teko, cangkir, gelas, mangkok, nampan, lampion, hiasan meja dan dinding.

“Semua itu, bisa saya buat karena alatnya juga sudah saya miliki. Tapi untuk, mengembangkan usaha tersebut di sini, saya belum bisa. Sebab, lokasi usahanya belum ada,” jelasnya.

Ia mengatakan, kesulitannya untuk mencari lokasi tersebut lantaran dalam proses produksi kerajinan tangan itu, menimbulkan dampak debu.

“Lingkungannya harus jauh dari permukiman. Karena debunya banyak. Dan terpenting juga dari itu, ada dukungan pemerintah untuk pasarnya,” tandasnya. (sfa)

__Terbit pada
13 Januari, 2020
__Kategori
Metropolis