Pemkab BU Mulai Siapkan Obyek Vaksin Corona

ARGA MAKMUR RU – Penyuntikan vaksin anti Corona yang rencananya akan dilakukan pemerintah tahun depan, kini mulai dilakukan persiapannya oleh Pemda Bengkulu Utara (BU). Meski, kepastian dan teknisnya pun tengah ditunggu oleh pemerintah daerah.

Hanya saja, beberapa instrumen seperti data calon pengguna vaksin, kini sudah dipersiapkan sesuai dengan petunjuk dari pemerintah pusat, via Direktorat Jenderal (Dirjen) Layanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Kepala Dinkes BU, Samsul Ma’arif, SKM, M.Kes melalui Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P), Ujang Ismail, SKM, MPH, mengatakan kalau pemerintah daerah mencatat, kasus paparan Covidi-19 yang berjumlah 106 suspect itu, terbagi dalam beberapa klaster.

“Ada 4 klaster mulai dari klaster kerja, keluarga, pesta dan belajar,” kata Ujang Ismail, kemarin. Sejalan dengan terus terpetakannya klaster penyebaran. Birokrat dengan disiplin ilmu Epidemologhy itu, turut menyampaikan paparan virus yang kian beragam. Tidak hanya mengait pada kontak erat dengan pasien yang terpapar.

Tapi juga mereka yang terpapar namun tanpa gejala dan tidak ditemukan rekam kotak erat dengan suspect.  Apalagi, lanjutnya, tracing yang dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) baru di tataran mereka yang terdeteksi, saat tengah menggunakan layanan kesehatan. Bahasa sederhananya, tengah dirawat.

Ketertiban masyarakat untuk sadar akan protokol kesehatan (prokes) hingga kesadaran masyarakat untuk mengurangi ruang gerak, seperti tidak mendatangi zona-zona atau wilayah rentan penularan virus, menjadi sangatlah penting.
“Minimal, menggunakan masker saat berada di luar rumah,” imbaunya serius.

  • Satgas Belum Terima Laporan Penyelenggara Rapid

FAKTA MENARIK juga muncul, hingga Rabu (2/12/2020) kemarin, Satgas Penanganan dan Penanggulangan Covid-19, teryata belum menerima konfirmasi hasil rapid jajaran penyelenggara pemilihan dan pengawasan di kabupaten ini.
Padahal, dari hasil rapid test yang dilakukan terhadap ribuan orang itu, diketahui hasil rapid mandiri itu, turut mendeteksi KPPS dan Pengawas TPS yang dinyatakan reaktif.

Ujang tak menyangkal, upaya mengejar data itu, pihaknya kemarin bersurat kepada pelaksana rapid test terhadap penyelenggara pemilihan dan penyelenggara pengawasan yang akan bertugas di 637 Tempat Pemungutan Suara (TPS) itu.
“Karena kami belum dapat konfirmasi. Makanya hari ini kami pun bersurat,” pungkasnya. (bep)

__Terbit pada
3 Desember, 2020
__Kategori
News