Pemerintah “Matangkan” Vaksinator Covid-19

ARGA MAKMUR RU – Diundurnya jadwal vaksinasi anti Covid-19 kepada tenaga kesehatan (nakes) di Bengkulu Utara (BU), daerah kini terus memastikan keberadaan vaksinator yang siap melaksanakan tugasnya.

Saat ini, setidaknya 25 koordiantor daerah duta dari dari 3 rumah sakit dan 22 puskesmas, tengah mengikuti pembekalan secara daring, untuk memastikan penyuntikan Vaksin Sinovac asal China yang baru saja mendapatkan “leges” penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) itu terbit beberapa hari lalu.

Kepala Dinas Kesehatan BU, Samsul Ma’arif, SKM, M.Kes, melalui Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P), Ujang Ismail, SKM, MPH, saat dihubungi Radar Utara membenarkan soal ini. Sebenarnya, kata dia, melakukan vaksinasi sudah menjadi pekerjaan rutin yang sering dilakukan.

“Lebih ke pemantapan jelang vaksinasi saja. Dan prosesnya tetap dilakukan dengan serius. Saat ini tengah berjalan, secara daring,” kata Ujang, kemarin.

Pemerintah daerah pun hingga kemarin, belum mendapat konfirmasi jadwal vaksinasi yang sedianya sudah dilakukan kemarin atau hari ini. Obyek vaksinasi, lanjut dia, juga masih masih dengan rencana awal, tenaga kesehatan yang jumlahnya mencapai 1.500-an orang dan ditambah lagi dengan petugas-petugas yang bekerja di lingkungan layanan kesehatan yang jumlah diperkirakan 500-an orang.

“Belum ada perubahan. Masih tenaga kesehatan,” pungkasnya.

Vaksinasi serentak anti Covid-19 yang dimulai kemarin dan menggunakan produk asal China itu, sesuai dengan penetapan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), untuk di Provinsi Bengkulu gelombang pertama dilaksanakan Kota Bengkulu, Kabupaten Seluma dan Bengkulu Tengah (Benteng).

Berjeda tujuh hingga empat belas hari kedepan, obyek vaksin akan kembali disuntikkan vaksin kedua. (bep)

__Terbit pada
14 Januari, 2021
__Kategori
News