Pembangunan Pelapis Tebing Dipertanyakan, Bendungan Mulai Rusak

TAP RU – Sejumlah masyarakat Desa Sengkuang, Kecamatan Tanjung Agung Palik kembali mempertanyakan terkait rencana perbaikan Daerah Aliran Sungai (DAS) Air Palik yang sebelumnya telah diusulkan bahkan sudah ditinjau langsung oleh para pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Radi salah seorang warga setempat mengatakan, beberapa bulan lalu sempat ada para pejabat dari dinas yang turun meninjau lokasi bendungan dan kabarnya akan melaksanakan pemasangan pelapis tebing atau bronjong penahan tanah di DAS Air Palik yang mengalami longsor pasca adanya pembangunan bendungan di desanya tersebut.

“Kabarnya tahun ini akan dibangun. Tapi sampai sekarang tidak ada kejelasannya. Padahal itu sangat penting, karena erosi sungai di sini cukup tinggi dan merusak lahan perkebunan warga,” jelasnya.

Ia juga mengaku sangat kecewa dengan pelaksanaan pembangunan bendungan yang pihaknya nilai tidak selesai seratus persen. Sebab, di tengah sungai masih terdapat tumpukan material yang membuat sungai mengalami pendangkalan, akibat pelaksanaan pembangunan bendungan irigasi.

“Harusnya materialnya dikembalikan lagi atau dipinggirkan. Sebab, dengan begini ketika hujan air sungai meluap dan merendam permukiman warga, bahkan sampai ke jalan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sengkuang, Halimunasir ketika dikonfirmasi RU juga membenarkan perihal yang disampaikan warganya itu.
“Iya, itu memang benar. Faktanya memang seperti itu,” ujarnya.

Di sisi lain, ia juga menambahkan, selain masih adanya sejumlah PR pembangunan bendungan yang dinilai tidak tuntas tersebut. Pembangunan bendungan yang baru mampu terselesaikan di tahun 2019 lalu itu, saat ini juga sudah mulai mengalami kerusakan di sejumlah titik.

“Di tengah bendungan itu sudah ada yang jebol, begitu juga pada sisi dan kiri bendungannya juga sudah jebol. Padahal ini pembangunannya baru selesai,” tutupnya. (sfa)

__Terbit pada
30 Juni, 2020
__Kategori
Metropolis