Pansus II Tuntaskan Pembahasan Raperda Budidaya Kopi

KEPAHIANG RU – Pansus II DPRD Kabupaten Kepahiang pada Jum’at (25/9) kemarin merampungkan pembahasan raperda peningkatan mutu hasil budidaya perkebunan kopi di Kabupaten Kepahiang.

Disampaikan pimpinan rapat, Haryanto, S.Kom. MM, bahwa fokus atas raperda peningkatan mutu hasil budidaya kopi adalah peningkatan mutu hasil produksi baik kualitas ataupun kwantitas sehingga ada tanggung jawab pemerintah daerah melalui pembinaan petani yang akan dilakukan secara bertahap.

“Melalui raperda ini, pemerintah daerah dapat melakukan pembinaan dan pemberian bantuan ataupun subsidi kepada kelompok tani secara clusterisasi agar peningkatan mutu hasil budidaya perkebunan kopi ini dapat memenuhi standar nasional atau bahkan internasional, yang secara langsung dapat meningkatkan harga jual ditingkat petani yang kita bina ini,”Sampai Haryanto.

Ditambahkan ketua Pansus II Ansori M,melalui raperda peningkatan mutu hasil budidaya perkebunan kopi kepahiang ini pemerintah daerah melalui OPD teknis dapat melakukan pembinaan kepada petani atau kelompok tani dalam meningkatkan mutu hasil perkebunan kopi sampai kepada pengolahan bahkan pemasarannya.

“Peningkatan mutu dapat dilakukan dengan pembinaan melalui OPD kepada kelompok petani,pada hulu dapat dibantu dengan penyediaan bibit,perawatan dan lainnya dan pada hilirnya dapat dibantu sampai pada pengolahan dan pemasaran baik melalui promosi atau penyediaan pasar yang dapat menerima kopi dengan kualitas mutu yang telah memenuhi standar nasional bahkan internasional ini,” kata ansori.

Dilanjutkannya,peningkatan mutu hasil budidaya perkebunan kopi ini diyakini dapat meningkatkan kesejahteraan petani di kabupaten kepahiang,dengan menjaga mutu dan kualitas tentu harga ditingkat petani dapat lebih tinggi, hal ini tidak mudah tetapi dengan kerjasama semua pihak baik dinas pertanian dinas perindustrian tenaga kerja dan dinas perdagangan koperasi dan UKM tentu hal ini dapat dilaksanakan.

“Dengan peningkatan mutu dan kualitas dari kopi kepahiang ini,hal penting lainnya yang dapat kita capai melalui raperda ini adalah harga kopi ini jadi lebih berpihak kepada petani,” tutupnya. (**)

__Terbit pada
26 September, 2020
__Kategori
Kepahiang