Pandemi Covid-19, Stok Sapi Kurban Menurun

BENGKULU RU – Stok sapi kurban yang dipersiapkan jelang perayaan Idul Adha 1441 Hijriyah di Provinsi Bengkulu, disebut mengalami penurunan yang cukup signifikan di tengah pandemi Corona Virus Disease (Covid-19). Ini disampaikan Supervisor PT. Sinar Rafflesia Jaya (Siraja) Bengkulu, Budi Sarjono, Selasa (30/6).

“Penurunan stok sapi kurban akibat pandemi Covid-19 mencapai 30 persen. Bahkan dipeternakan kita saja, stok sapi kurban sangat sedikit jika dibanding tahun lalu. Dimana stok kita hanya 39 ekor sapi Bali, 15 ekor sapi jenis Brahman Cross, 1 ekor sapi jenis Chiroles dengan bobot 800 Kg dan harga yang kita tawarkan Rp 50 juta per ekornya,” ungkap Budi.

Kemudian, lanjut Budi, 1 ekor lagi sapi jenis Limosin yang bobotnya lebih dari 1 ton, dan harga yang ditawarkan senilai Rp 75 juta. “Minimnya stok sapi ini lantaran di tengah pandemi Covid-19 menyebabkan pendistribusian sapi dan peminat masyarakat yang hendak berkurban juga berkurang. Kelihatannya sepi yang berkurban pada hari raya Idul Adha tahun ini,” katanya.

Disisi lain, Budi menyampaikan, dari stok sapi kurban yang ada, 25 ekor diantaranya sudah ada yang memesan. Tapi yang sudah memberikan uang muka (DP) sekitar 11 ekor sapi.

“Untuk harganya bervariasi, tergantung dengan bobot sapi terutama jenis sapi Bali. Tapi terendah itu Rp 15 juta per ekor dengan bobot daging 60 Kg,” ujarnya.Lebih jauh dikatakannya, selain itu untuk sapi yang disiapkan bakal kurban dijamin kesehatannya.

Biasanya sepekan jelang Idul Adha, ada petugas dari Dinas Kesehatan (Dinkes) datang mengecek ke sini. “Tadi (kemarin, red) saja ada pemeriksaan tim Dinkes Kota Bengkulu,” tutup Budi. (tux)

__Terbit pada
1 Juli, 2020
__Kategori
Kota Bengkulu