Ribuan Pengunjung Padati Objek Wisata di Lebong

TUBEI RU – Meski masih dalam kondisi pandemi Covid-19, sejumlah objek wisata di Kabupaten Lebong tetap dipadati pengunjung untuk berlibur di Hari Raya Idul Fitri 1442 H tahun 2021 ini.

Hal itu terlihat dari ramainya jumlah pengunjung ke sejumlah objek-objek wisata di daerah ini. Seperti di objek wisata Air Putih, Danau Picung dan Danau Tes. Terhitung sejak lebaran pertama sampai dengan lebaran keempat jumlah para wisatawan yang menunjungi tampak memadati lokasi wisata tersebut. Dimana, diperkirakan mencapai 5.000 lebih pengunjung setiap objek wisatanya.

Sukma (38), salah satu pengurus objek wiasata Danau Picung mengungkapkan, jumlah pengunjung hingga libur lebaran keempat sudah mencapai kurang lebih 5.000 lebih pengunjung yang datang untuk berlibur. Bahkan, jumlah kunjungan itu meningkat jika dibandingkan pada libur lebaran 1441 H tahun 2020 lalu.

“Untuk jumlah kunjungan wisata Danau Picung hingga lebaran keempat terbilang cukup banyak, itupun karena dibolehkannya objek wisata dibuka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Bahkan, dia merincikan untuk 5.000an pengujung itu diantaranya, 500an pengunjung pada lebaran pertama berkisar 1.000an, pada lebaran kedua berkisar 2.000an pengunjung pada lebaran ketiga. Kemudian 2.000an pengunjung pada lebaran keempat. Sementara dari jumlah pengunjung tersebut mayoritas merupakan masyarakat lokal Kabupaten Lebong.

“Mereka (pengunjung, red) mayoritas asli warga Lebong, karena memang warga dari luar Provinsi Bengkulu dilarang masuk ke dalam wilayah Kabupaten Lebong,” terangnya.

Menurutnya, karena liburan hari raya Idul Fitri tahun ini masih di tengah pandemi Covid-19. Untuk itu, pihaknya telah mengantisipasi dan mencegah terjadinya klaster baru penyebaran wabah Covid-19, sesuai intruksi pemeintah pusat maupun pemerintah daerah. Pihaknya telah memperketat penerapan protokol (prokes) kesehatan. Seperti setiap para pengunjung yang ingin masuk ke wisata akan terlebih dahulu diperiksa suhu tubuh, kemudian wajib menggunakan masker dan mencuci tangan pada tempat yang sudah disiapkan baik pada pintu masuk maupun pada sejumlah lokasi wisata.

“Bagi pengunjung yang tidak menggunakan masker dilarang untuk masuk wisata, dalam kawasan wisata inipun turut dijaga dengan ketat oleh para pihak keamanan TNI dan Polri yang terus mensosialisasikan prokes kepada setiap pengunjung,” tukasnya.



Terpisah, Adit (25) salah satu pengunjung asal warga Rejang Lebong mengatakan, kedatangannya bersama keluarga dari Rejang Lebong ke Kabupaten Lebong ini ingin berlibur menikmati keindahan megahnya Masjid Agung Sultan Abdullah yang berada di Kecamatan Tubei.

“Tadi kita sudah berkeliling ke Danau Tes dan terakhir menuju ke lokasi Masjid Agung ini karena tujuan kami hanya ingin liburan disini,” ujarnya.

Dia mengaku, untuk setiap objek wisata yang dikunjunginya bersama keluarga harus mematuhi prokes dan sudah di siapkan tempat mencuci tangan sebelum memasuki tempat wisata dan wajib memakai masker.

“Ya, saya lihat tadi mereka menyediakan alat prokesnya, karena jika tidak menyediakan pasti akan menimbulkan claster baru covid 19, kami juga tetap mematuhi prokes seperti menggunakan masker dan menjaga jarak,” ujarnya.

Menurutnya, disamping keindahan tempat tempat wisata di Lebong, kata Asri, ada sedikit yang mengganjal bagi para pengunjung yakni akses jalan menuju objek wisata. Seperti, mulai masuk dari Kecamatan Rimbo Pengadang menuju Tes jalannya cukup sempit, sehingga ketika mobil berpapasan, cukup menyulitkan bagi pengendara.

“Untuk itu, kami masyarakat berharap sebaiknya pemerintah segera memperlebar akses jalan menuju objek-objek wisata, supaya kepadatan lalu lintas bisa teratasi,” ungkapnya.



Sementara itu, Rian (31) salah satu warga Kecamatan Lebong Selatan Kabupaten Lebong, yang tinggalnya tak jauh dari objek wisata Danau Tes berharap pemerintah Kabupaten Lebong segera membenahi permasalahan akses menuju lokasi wisata. Disamping itu pula tempat parkirpun harus ikut dipikirkan.

Menurutnya, selama ini kendaraan pengunjung objek wisata di Lebong parkirnya sepanjang pinggir jalan, sehingga menimbulkan kemacetan.

“Kami sebagai masyarakat sekitar wisata ini berharap kepada pemerintah untuk mencari solusi agar di setiap jalan wisata di Lebong ini tidak macet,” singkatnya. (oce)