Nasib 7 Ribu KPM Belum Jelas

ARGA MAKMUR RU – Angka penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) Tahap 10 di Bengkulu Utara (BU), dipastikan anjlok drastis. Pasalnya, dari total Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang sempat di angka 21 ribu lebih itu, pusat baru menerbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) untuk 17 ribu KPM yang kini proses penyalurannya tengah berjalan di kantor POS dan beberapa bank penyalur yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (Himbara).

Kepala Dinsos BU, Suwanto, SH, menyampaikan perbaikan data penerima itu kini tengah diproses daerah. Hanya saja, Suwanto belum menjelas gamblang apa-apa saja yang menyebabkan 7 ribu lebih data itu diminta perbaikan.

Padahal, dalam realisasi penyaluran bantuan dengan indeks Rp 300 ribu dan baru diploting sampai dengan April 2021 itu, di tahap sebelumnya turut menjadi penerima bantuan.

“Pusat memberikan waktu perbaikan dan tengah kita proses, untuk kembali disampaikan ke Kemensos,” ujarnya, kemarin.

Turut memapar faktor teknis, Suwanto menduga, perbaikan data yang kini tengah ditunggu Kemensos itu, disebabkan tengah dilakukannya perbaikan pangkalan data atau Basis Data Terpadu (BDT) hingga graduasi sasaran program bantuan sosial.

Karena sebelumnya, daerah juga mengajukan data-data anyar. Apakah tujuh ribu data BST itu, bisa kembali menerima bantuan tahun ini? Suwanto belum bisa memastikan, karena akan diverifikasi oleh pusat langsung selaku pihak yang menerbitkan SP2D di setiap tahapan pencairan bantuan.

“Makanya saat ini tengah kita cermati dulu. Jelasnya, mekanisme program ini indikatornya jelas. Ya kita mengacu ke mekanisme program saja. Kemudian kita teruskan lagi ke pusat dan kita tunggu tindaklanjutnya. Karena daerah sifatnya kan pengguna program,” ujarnya. (bep)

 

__Terbit pada
13 Januari, 2021
__Kategori
News