Merasa Mampu, Warga Batu Roto Tolak BLT DD

HULU PALIK RU – Di tengah banyaknya warga yang meminta Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD), bahkan tak sedikit penyalurannya menjadi polemik di tingkat desa, karena dinilai tidak merata. Ternyata, ada juga satu warga di Desa Batu Roto, Kecamatan Hulu Palik, Kabupaten Bengkulu Utara yang malah mengembalikan bantuan tersebut.

Adalah, Yoni Setiawan. Salah satu warga yang berprofesi sebagai pedagang ini, menolak pemberian BLT DD dari pemerintah desa setempat, lantaran merasa mampu.

Kepala Desa Batu Roto, Wasri ketika dikonfirmasi RU membenarkan hal itu. Dikatakan kades, dari 88 warga yang terdaftar menjadi penerima BLT DD. Satu warga di antaranya menolak bantuan tersebut.

“Iya, warga saya ada yang menolak. Dia sudah merasa mampu secara ekonomi. Oleh karena itu, secara sadar, Ia tidak mengambil BLT DD,” jelasnya.

Wasri mengaku sangat mengapresiasi sikap dari salah satu warganya tersebut. Menurutnya, warga yang sadar tidak mau menerima bantuan karena merasa sudah mampu secara ekonomi ini sangat jarang ditemui.

“Di beberapa daerah, BLT DD menjadi rebutan masyarakat. Bahkan yang kayapun mengaku tidak mampu agar menerima BLT DD. Tapi, Alhamdulillah, warga desa kami tidak seperti itu,” ujarnya

Dikatakan kades, berdasarkan pandangannya, dalam rapat penentuan calon penerima BLT DD, Yoni Setiawan ini dinilai layak, karena selama wabah Covid-19 ini, dagangannya sering tidak habis. Hingga, akhirnya seluruh peserta rapat, memutuskan, yang bersangkutan dimasukan dalam penerima BLT DD.

“Tapi meski dalam rapat sudah dimasukan. Ternyata Ia merasa, apa yang didapat dari usahanya itu, telah cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya, hingga akhirnya BLT DD dikembalikan pada pemerintah,” demikian kades. (sfa)

__Terbit pada
6 Juni, 2020
__Kategori
Metropolis