Masyarakat Jangan Sepelekan Covid-19

  • Belum Ada Penambahan Pasien Sembuh

PUTRI HIJAU RU – Selain di Marga Sakti Sebelat (MSS), sosialisasi pencegahan dan penanganan Covid-19 turut dilaksanakan oleh Satgas Covid Kabupaten BU di Putri Hijau. Tidak berbeda dengan seruan yang disampaikan ke masyarakat di Kecamatan MSS, melawan Covid juga disampaikan Satgas Kabupaten ke masyarakat di Putri Hijau.

Satgas Covid juga memberi penekanan kepada masyarakat agar tidak menganggap sepele penyebaran kasus Covid karena sampai hari ini, kasus Covid di BU, terus bertambah dan memerlukan perhatian dari seluruh elemen masyarakat.
“Satgas minta masyarakat kompak memerangi Covid. Jangan anggap sepele, kasus Covid di wilayah kita terus naik. Kita harus bekerja lebih ekstra agar kasus Covid bisa kita cegah,” terang Camat Putri Hijau, Sutrino, M.Pd.

Dalam pencegahan Covid, Camat meminta masyarakat agar patuh pada protokol kesehatan sesuai imbauan pemerintah. “Protokol kesehatan terkait 3M yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak harus diterapkan. Jika kita bisa disiplin tentang protokol kesehatan. Kita optimis Covid bisa kita perangi,” imbau Camat.

  • Belum Ada Penambahan Pasien Sembuh

SEMENTARA itu, berdasarkan laporan dari Satgas Covid-19 Kabupaten Bengkulu Utara (BU), dari total 77 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di BU, terdata ada 5 kasus meninggal dan 33 pasien masih dalam pemantauan serta melaksanakan isolasi mandiri.

Namun untuk kasus pasien yang sembuh berjumlah 39 orang dan sampai berita ini diturunkan belum ada penambahan untuk pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh.

Sekretaris Dinas Kesehatan BU, Nova Hendriani, SKM, M.Kes menerangkan, belum adanya penambahan kasus sembuh Covid-19 ini dikarenakan sebagian pasien belum menyelesaikan masa karantina atau isolasi mandiri sekurangnya selama 14 hari dan juga masih ada beberapa pasien dengan keluhan dan penyakit penyerta yang masih menjalani perawatan di rumah sakit rujukan.

“Untuk perbandinga kesembuhan dan pasien yang masih dirawat memang masih tinggi yang sembuh dan semoga saja nantinya akan disusul dengan angka kesembuhan pasien lainnya,” jelas Nova.

Untuk itu, pihaknya terus memberikan himbauan kepada semua masyarakat untuk selalu waspada dan selalu menjaga diri agar terhindar dari terjangkit virus penyakit jenis apapun, khususnya virus Covid-19. “Prokes dipatuhi dan selalu jaga jarak dengan orang-orang sekitar, jangan sampai kita terjangkit virus penyakit yang bisa mengancam kesehatan,” tandasnya.

  • Alasan Kesehatan, Enggan Pakai Masker

PANTAUAN RU di kawasan Pasar Purwodadi, nampak mayoritas masyarakat yang datang baik pedagang maupun pembeli banyak yang tidak memakai masker atau alat pelindung diri lainnya. Sebagian besar beralasan tidak nyaman saat memakai masker, bahkan sampai beralasan kesehatannya terganggu saat memakai masker.

Uda Dike salah seorang pedagang mengaku dirinya kerap sesak nafas saat memakai masker tersebut, dikarenakan dirinya mengidap penyakit asma akut. “Lah cubo pakai masker tuh dek, cuman baru bentar dipakai lah dak biso benafas karena sesak, makanyo dk aq pakai lagi dek,” akunya.

Ditanya terkait aturan penegakan disiplin bagi pelanggar prokes, yakni sanksi sosial maupaun sanksi administratif, dirinya menyatakan dengan terpaksa lebih baik memilih untuk menerima hukuman, ketimbang kesehatannya harus terganggu dan bahkan bisa lebih parah nantinya.

“Biarlah dek, ambo dihukum baelah, nak apo maro, baik nyapu, push up atau hukuman lainnyo. Memang untuk kesehatan, cuman kalo dengan bermasker malah tambah sakit yoh dk usahlah bermasker dek,” tandasnya. (sig/mae)

 

__Terbit pada
21 November, 2020
__Kategori
News