Lapas Masih “Lockdown”

  • 2 Nakes Positif Covid-19

ARGA MAKMUR RU – Lapas Klas II B Arga Makmur, belum memberikan izin keluar untuk seluruh tahanan yang masih menjalani persidangan. Kepala Lapas, Luhur Pambudi, Amd.Ip, SH, MH, mengatakan, hingga saat ini belum ada pencabutan aturan internalnya yang diterbitkan Kementerian Hukum dan HAM, pasca menjamurnya kasus positif Covid-19 itu.

“Masih biasa. Persidangan kita fasilitasi dengan sarpras virtual,” kata Luhur Pambudi, kemarin.

Luhur menegaskan, kebijakan yang berlaku sejak Mei 2020 itu, merupakan langkah antisipasi klaster Covid-19 yang sangat membahayakan, ketika terjadi di lingkungan lapas.

“Upaya-upaya preventif lainnya, seperti asimilasi kepada warga binaan yang memenuhi syarat. Dan itu pun masih diawasi lagi oleh Bapas,” pungkasnya.

  • 2 Nakes Positif Covid-19

TERPISAH, berdasarkan laporan Satgas Covid-19 Kabupaten Bengkulu Utara (BU), dari penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di BU sebanyak 5 orang, ternyata 2 orang diantaranya adalah Tenaga Kesehatan (Nakes) yang mempunyai kontak erat dengan pasien nomor 22 ‘yang meninggal dunia beberapa waktu lalu.

Kedua Nakes ini merupakan pasien nomor 28 dan 29, dimana keduanya tidak memiliki keluhan dan saat ini telah menjalani isolasi secara mandiri. “Ya, dari penambahan 5 kasus terkonfirmasi positif di Kabupaten BU, 2 diantaranya merupakan Tenaga Kesehatan (Nakes) dan sisanya merupakan masyarakat biasa yang tidak memiliki kontak erat dengan pasien Covid-19,” jelas Kabid P2P Dinkes BU, Ujang Ismail, SKM, M.Ph.

Dengan adanya penambahan 2 orang Nakes ini, artinya Klaster tenaga kesehatan kembali terjadi dan tentunya semua lini tetap wajib waspada dan menjaga kondisi tubuh untuk menghindari terjadinya penularan virus-virus penyakit.

“Selanjutnya proses tracing tetap akan kita laksanakan dan sejauh ini semua pasien sudah terpantau, bahkan area tempat tinggal masing-masing pasien juga sudah dilakukan penyemprotan disinfektan sebagai upaya penyeterilan.

Dengan adanya penambahan kasus ini, kami harap semua warga bisa terus meningkatkan kewaspadaan dan sebisa mungkin menjaga kondisi tubuh untuk tetap fit,” tandasnya.

  • Satgas Lakukan Penyemprotan Disinfektan

SEMENTARA itu, Satgas Pencegahan Covid-19 Kabupaten Bengkulu Utara (BU) kembali melakukan upaya penyeterilan beberapa lokasi yang menjadi fasilitas umum di area Kota Arga Makmur.

Yakni di sarana ibadah, baik masjid, gereja, pura dan vihara yang berada di Desa Rama Agung dan sekitarnya dan ini merupakan agenda rutin bulanan yang memang terus dilakukan oleh tim.

Apalagi melihat kondisi saat ini, setidaknya masih ada total 6 pasien yang berstatus terkonfirmasi positif, sehingga perlu upaya ekstra untuk mencegah terjadinya penularan lebih banyak lagi.

“Ini merupakan agenda rutin kita, apalagi memang sarana ibadah merupakan salah satu fasum yang sering menjadi tempat masyarakat berkumpul,” jelas Sekretaris Satgas Covid-19 BU, Ir Suharto Handayani.

Selain itu, pihaknya juga tetap menghimbau kepada semua masyarakat untuk tetap menjaga lingkungan untuk tetap bersih, dengan cara secara rutin juga melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala, selalu mencuci tangan, menjaga jarak dan selalu memakai masker saat berada di luar rumah.

“Apapun prokes yang telah dikeluarkan, seharusnya bisa dijalankankan dengan disiplin penuh dan harapannya masyarakat di BU bisa tetap selalu sehat,” tandasnya. (bep/mae)

__Terbit pada
26 Oktober, 2020
__Kategori
News