Kuota Pupuk Subsidi Turun

ARGA MAKMUR RU – Ancaman pupuk langka, agaknya bakal dihadapi petani di daerah. Apalagi, alokasi pupuk yang anggaran subsidinya dikurangi pemerintah itu, berimbas turunnya kuota pupuk di setiap daerah. Tak terkecuali Kabupaten Bengkulu Utara (BU). Petani juga dihadapkan dengan harga pupuk yang mengalami kenaikan harga Rp 300 hingga Rp 450 perkilogramnya, sebagaimana ditegas dalam Permentan Nomor 49 Tahun 2020 tentang Pedoman Harga Eceran Tertinggi (HET).

Secara umum, alokasi pupuk subsidi di daerah yang terdiri dari lima jenis yakni Urea, SP-36, ZA, NPK dan Organik itu tahun 2021 ini, mengalani penurunan perlu disikapi lintas sektor terkait, agar penyalurannya tepat sasaran. (lengkap lihat grafis,red). Perubahan posiitif alokasi terjadi untuk jenis pupuk SP-36 yang mengalami kenaikan 13 ton serta Urea 76 ton, dibanding dengan tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Holtikultura Tanaman Pangan dan Peternakan (DHTPP) Bengkulu Utara (BU), Kuasa Barus, SP, menyampaikan, salah satu upaya pengendalian pupuk agar tepat sasaran, adalah pemberlakuan sistem transaksi pupuk bersubidi yang kini menggunakan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok elektronik atau e-rdkk. Fungsinya, lanjut dia, mereka yang bisa membeli pupuk subsidi, harus yang sudah terdaftar dalam kartu tani.

“Pengendaliannya dilakukan melalui e-rdkk. Karena secara umum, alokasi pupuk dari pusat memang mengalami penurunan dan harganya pun naik,” ujar Kuasa Barus di kantornya, kemarin.

Disinggung soal masih banyaknya petani yang belum memiliki kartu tani? Barus menyampaikan, walau pun kartu tani belum diterima oleh petani. Nantinya, ketika petani membutuhkan pupuk subsidi, cukup menggunakan e-KTP, maka sudah bisa dilacak nomor kartu taninya dalam e-rdkk.

“Dibandingkan dengan tahun lalu, memang kuota kita jauh sekali penurunannya. Cuma ini, kebijakan pusat. Daerah hanya menerima sifatnya. Semoga nanti ada program baru, konversi dari pengurangan anggaran subsidi yang dilakukan pemerintah,” pungkasnya. (bep)

Berikut Penurunan Kuota Pupuk Subsidi 2021 (dalam satuan ton)
NO Jenis 2020 2021
1 Urea 4.924 5.000
2 SP-36 1.437 1.450
3 ZA 913 730
4 NPK 6.233 6.000
5 Organik 1.017 900
Sumber : DHTPP Bengkulu Utara.