Keluhkan Aktivitas Belajar SDN 180 BU

ULOK KUPAI RU – Kades Talang Berantai Kecamatan Ulok Kupai, Samsir, mengaku kecewa dan mengeluhkan kegiatan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SDN 180 BU. Keluhan ini disampaikan Kades, berdasarkan pantauannya terhadap KBM di sekolah. Kata Kades, sejak beberapa pekan terakhir, siswa/i terlantar alias tidak mengikuti KBM seperti sekolah lainnya.

Selain itu, Kadesa menyayangkan peran dua oknum guru PNS di SDN 180 BU yang belakangan ini, tidak terlihat di sekolah. “Guru SD jarang masuk, begitu juga dengan guru PNS-nya. Murid jadi terlantar, saya tidak setuju dengan hal seperti itu,” ujar Kades.

Ditegaskan Kades, selama ini desa dan masyarakat sudah berusaha untuk mencukupi beberapa kebutuhan penunjang guru di sekolah dalam melaksanakan tugasnya. Namun belakangan ini, Kades menilai, apa yang diperjuangkan oleh desa dan masyarakat untuk mendukung KBM di sekolah, tidak sesuai dengan yang diharapkan.

“Alasan apa lagi? Alasan rumah untuk nginap, kita sudah siapkan rumah hasil gotongroyong dengan masyarakat. Saya berharap, situasi ini bisa disikapi oleh dinas terkait. Supaya KBM di sekolah dapat berjalan semestinya,” pinta Kades.

Terpisah, Kepala Korwil Pendidikan Ulok Kupai, Purnomo, S.Pd mengatakan, sistem pendidikan yang berjalan di sekolah baik SD maupun SMP di wilayah kerjanya, merujuk pada dua opsi. Versi pertama, ada sekolah yang secara penuh atau full melaksanakan KBM setiap hari dan versi kedua, sekolah yang menerapkan jam KBM bergantian sesuai jadwal yang ditentukan.

Khusus KBM di SDN 180 BU yang terletak di Desa Talang Berantai, Purnomo menilai, sistem belajar yang berlangsung di sekolah tersebut, dilaksanakan bergantian atau sift. Disinggung soal keluhan Pemdes Talang Berantai terhadap jalannya KBM di SDN 180 BU yang tidak maksimal, Purnomo tak membantahnya.
“Saya sudah ketemu dengan pembina.

Memang seperti itulah, kata pembinanya. Wilayah saya SMP tapi kebetulan, saya sudah bertemu dan dilapori oleh pembinanya juga. Intinya, sudah saya koordinasikan kepada pembinanya,” terang Purnomo.

Di satu sisi, Purnomo mengaku, sekolah tersebut ada tiga guru PNS, satu guru merupakan Kepsek dan dua guru lainnya adalah guru Penjas. “Yang satu gurunya kalau ngak salah dari Pondok Kelapa. Mungkin karena pandemi Covid-19 ini, saya kurang jelas. Nanti saya tanyakan langsung kepada pembinanya. Jadi guru PNS di sana dua orang Penjas semua, satunya kepala sekolah. Semuanya ada tiga guru PNS di sana,” demikian Purnomo.

Sayangnya, upaya untuk mengkonfirmasi terkait keluhan kades ini kepada Kepala SDN 180 BU, Wardi, hingga pukul 16.24 WIB sore kemarin, belum mendapatkan jawaban. Beberapa kali dihubungi melalui sambungan nomor telpon selulernya, belum mendapatkan jawaban. (sig)

__Terbit pada
20 Oktober, 2020
__Kategori
Ketrina