Ke Pagardin Musim Hujan = Masuk Kuali

ULOK KUPAI RU – Sindiran halus disampaikan oleh Kepala Desa (Kades) Pagardin Kecamatan Ulok Kupai, Suharto, disela agenda fetival tari gandai se- Kabupaten BU, beberapa waktu lalu. Menurut Kades, desa yang dipimpinnya masih sangat minim mendapatkan perhatian pemerintah terutama dalam hal pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan.

Kades, Suharto

Akibatnya, kata dia, Desa Pagardin seolah menjadi desa terisolir karena sulit dijangkau sebagai dapat dari akses jalan yang sulit ditempuh dari semua jalur atau penjuru.

“Inilah Desa Pagardin, bapak/ibu yang terhormat. Selamat datang ke desa kami, jika masuk ke Pagardin saat musim hujan begini maka sama saja dengan masuk ke dalam kuali,” ujar Suharto.

Dijelaskan Suharto, setidaknya ada tiga jalur jalan masuk yang menjadi akses menuju ke desa yang dipimpinnya itu. Jalur utama melalui simpang jalan lintas Karang Pulau – Napal Putih, jalur kedua di simpang Temulun Kumbang via Desa Tanjung Dalam dan jalur ketiga berada di jalan hauling batu bara via perkebunan PT Pamor Ganda. Mirisnya, kata dia, ketiga jalur utama ini bernasib serupa karena masih diselimuti aspal kuning (Tanah Liat,red).

“Maka saat masuk, akan meluncur dan melumpur. Setelah tiba di desa kami, maka akan sulit untuk keluar dan kemungkinan akan dipaksa untuk bermalam. Itu yang saya maksudkan masuk ke kuali tadi,” ujarnya.

Lebih jauh dijelaskan Suharto, berbagai upaya sudah dilakukan untuk mendorong dan menaruh harapan agar pemerintah beserta pihak terkait lainnya, memberikan perhatian terhadap pembangunan di desanya itu. Namun sayang, kata dia, hingga menjelang tahun 2020 ini berakhir, harapan itu tak menunjukkan tanda positif.

Jembatan gantung peninggalan eks pemerintahan orde baru serta jalan eks aspal lapen puluhan tahun lalu yang sudah rontok menjadi tanah kuning, hingga saat ini, masih menjadi andalan masyarakatnya.

“Silakan dinilai sendiri, kami hanya curhat saja. Tidak ada tendensi apapun, hanya merasa sedih dan sedikit kecewa saja,” katanya. Semenatara itu, sejumlah warga turut mengakui kekecewaannya seperti diungkapkan kades.

“Jujur, kami menaruh penuh harap agar pemerintah mulai dari tingkat bawah sampai ke provinsi dan pusat. Kami mohon, berikan perhatian kepada kami di Desa Pagardin ini, tolonglah dorong pembangunan di desa kami ini agar lebih baik dan semakin maju,” celetuk Ina, Zainal dan Wawan. (sig)

__Terbit pada
2 Desember, 2020
__Kategori
News