Kampanyekan Budikdamber ke Masyarakat

PADANG JAYA RU – Tren budidaya ikan dalam ember (budikdamber), ternyata cukup potensial untuk dijadikan bisnis sampingan. Selain cukup menguntungkan jika hasil panen produktif. Kegiatan budikdamber juga tak memerlukan lahan yang luas. Cukup pekarangan rumah.

Hal inilah yang tengah digagas oleh tim penggerak PKK Desa Lubuk Banyau, bekerjasama dengan pemerintah desa setempat. Kepala Desa (Kades) Lubuk Banyau, Haji Mukti Ali mengatakan budidaya ikan menggunakan media ember merupakan salah satu langkah untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.

Ia menjelaskan, untuk menjaga ketersediaan atas kebutuhan konsumsi protein keluarga kelas menengah, bisa memanfaatkan lahan sempit di sekitar rumah atau hunian.

“Terlebih di masa pandemi Covid-19 keluarga prasejahtera jangan sampai lepas perhatian,” ucapnya. Adapun cara budidaya ini termasuk yang mudah untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga, baik secara aplikasi atau penerapan.

“Dalam perawatan juga tidak membutuhkan keahlian khusus,” katanya.
Selanjutnya, rentang waktu yang dibutuhkan mulai dari tebar benih sampai siap panen ikan lele dibutuhkan waktu 10 minggu atau 2,5 sampai 3 bulan.

Dalam setiap ember yang berkapasitas 80 liter air itu bisa ditebar sebanyak 100 ekor bibit ikan lele. Selain untuk ikan, di atas tutup ember bisa digunakan atau dimanfaatkan sebagai tempat budidaya sayur dengan cara melubangi.

Untuk media tanam sayur tidak memakai tanah. Akan tetapi diganti dengan rockwool. Ia pun menegaskan, dorongan untuk mengkampanyekan program budikdamber ini merupakan pendampingan program penguatan sosial ekonomi keluarga.

“Melalui budikdamber ini diharapkan bisa mengubah mindset masyarakat tentang kegiatan budidaya ikan dan sayur, yang membutuhkan lahan luas,” tandasnya. (jho)

__Terbit pada
14 Agustus, 2020
__Kategori
Agropolitan