Kabarnya, Dua Warga PH Positif Covid-19

  • Kasus Covid-19 di BU Bertambah Lagi

PUTRI HIJAU RU – Lagi, warga asal Putri Hijau dikabarkan terkonfirmasi positif Covid-19. Dua orang yang diduga terkonfirmasi positif Covid itu diantaranya merupakan staf yang bertugas sebagai tenaga survey land di Puskesmas dan satuorang lainnya, merupakan bagian dari anggota keluarga pasien terkonfirmasi positif Covid-19 asal Putri Hijau yang meninggal dunia beberapa waktu lalu.

Sesuai data dan informasi yang berhasil dihimpun oleh wartawan koran ini, kedua orang terkonfirmasi positif Covid asal Putri Hijau itu, semuanya perempuan.
Kini, satu orang yang terkonfirmasi positif Covid dari Puskesmas itu, sudah dirujuk ke RSUD Arga Makmur untuk menjalani perawatan.

Mengingat yang bersangkutan, dikabarkan tengah mengalami gejala gangguan kesehatan seperti batuk, hilang penciuman dan sempat merasakan demam. Sedangkan satuorang lainnya, dipastikan sedang berada di rumahnya yang ada di Bengkulu.

“Benar, ada dua orang asal wilayah kita dikabarkan terkonfirmasi positif Covid berdasarkan tes swab yang sempat dijalani. Informasi ini, kita terima dari hasil koordinasi Dinkes BU dan Satgas Covid Kabupaten BU ke kami. Rinciannya, satu orang merupakan staf kita dan satu orang lagi bagian dari anggota keluarga pasien Covid yang sempat meninggal beberapa waktu lalu,” terang Kepala Puskesmas, Edi Anshori, SKM.

Disinggung munculnya kasus Covid yang menimpa salahsatu stafnya akan mempengaruhi pelayanan di Puskesmas, Edi memastikan, sementara seluruh pelayanan di Puskesmas tetap berjalan seperti biasa. Hanya saja, Edi menegaskan, beberapa tindakan pencegahan tengah ia upayakan untuk mengantisipasi bertambahnya kasus Covid di lingkungan kerjanya. Salah satu langkah konkret yang akan ditempuh yakni dengan melaksanakan tes swab kepada seluruh staf dan pegawai di Puskesmas.

“Pelayanan di Puskesmas masih buka. Sambil menunggu swab seluruh staf, rencananya besok (hari ini,red) seluruh staf akan menjalani rangkaian tes swab sebagai upaya tracking kontak.

Kebijakan tentang pelayanan di Puskesmas akan kita tentukan setelah hasil tes swab kepada seluruh staf kita sudah diketahui. Sementara untuk satu orang lain terkonfirmasi positif Covid diluar staf kita. Sudah diberi arahan langsung oleh tim Satgas Covid Kabupaten BU,” imbuhnya.

Lebih jauh, Edi mengungkapkan, diduga rantai penularan Covid-19 yang menimpa salah satu staf di lingkungan kerjanya itu berasal dari kontak dengan sejumlah tenaga kesehatan di Dinkes yang sebelumnya, terkonfirmasi positif Covid.

“Diduga penularan yang dialami staf kita ini akibat kontak dengan orang di Dinkes BU yang sempat terkonfirmasi positif Covid. Sedangkan satu warga lainnya, diduga penularan yang terjadi berasal dari orang tuanya yang sempat terkonfirmasi positif dan meninggal dunia,” tandasnya.

Kasus Covid-19 di BU Bertambah 8 Orang

SEMENTARA ITU, pertanggal 23 November 2020, di Kabupaten Bengkulu Utara (BU) terdapat penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19, yakni sebanyak 8 kasus atau total 85 kasus dan merupakan murni hasil tracing dari pihak Puskesmas dan Dinas Kesehatan.

Adapun kasus nomor 78 berjenis kelamin perempuan, inisial IS usia 45 tahun, alamat Kecamatan Giri Mulya, kontak erat dengan pasien nomor 63, saat ini memiliki gejala batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala dan menjalani isolasi mandiri.

Selanjutnya kasus nomor 79, inisial ST, jenis kelamin Laki-laki, usia 35 tahun, alamat Kecamatan Giri Mulya, kontak erat dengan pasien nomor 52, mempunyai keluhan demam, batuk, pilek, nyeri otot dan saat ini menjalani isolasi mandiri.

Pasien nomor 80, inisial SW, berjenis kelamin Perempuan, usia 61 tahun, alamat Kecamatan Arga Makmur, kontak erat dengan pasien nomor 53, memiliki keluhan batuk, pilek dan memiliki riwayat DM atau kencing manis, saat ini isolasi mandiri.

Kasus nomor 81, inisial MS, jenis kelamin perempuan, usia 61 tahun, alamat Kecamatan Arga Makmur, Nakes, kontak erat dengan pasien nomor 63, tidak ada keluhan dan saat ini isolasi mandiri.

Pasien nomor 82, inisial NV, laki-laki, usia 41 tahun, alamat Kecamatan Arga Makmur, Nakes, kontak erat dengan pasien nomor 63, isolasi mandiri. Pasien nomor 83, inisial RR, Perempuan, usia 29 tahun, alamat Kecamatan Putri Hijau, kontak erat pasien nomor 42, isolasi mandiri.

Selanjutnya kasus nomor 84, inisial DK, perempuan, usia 54 tahun, alamat Arga Makmur, kontak erat dengan pasien nomor 68, melaksanakan isolasi mandiri. Terakhir pasien nomor 85, inisial ER, perempuan, usia 48 tahun, Kecamatan Arga Makmur, kontak erat dengan pasien 53, keluhan batuk, pilek, sakit tenggorokan dan sakit, isolasi mandiri.

Kabid P2P Dinkes BU, Ujang Ismail, SKM, M.Ph menambahkan selain ada penambahan kasus terkonfirmasi positif, perhari ini juga ada penambahan kasus sembuh sebanyak 7 orang sehingga total pasien sembuh sebanyak 46 orang. “Dari hasil tracing terdapat penambahan kasus sebanyak 8 kasus dan juga diiringi dengan kasus yang dinyatakan sembuh sebanyak 7 orang di BU,” jelas Ujang.

Maksimalkan Penyemprotan Disinfektan

Menanggapi adanya dua kasus baru terkait Covid di wilayah kerjanya, Camat Putri Hijau, Sutrino, M.Pd, akan melakukan koordinasi khusus kepada seluruh jajaran Satgas di wilayah kerjanya. Tindakan awal yang bisa dilakukan untuk menyikapi munculnya kasus Covid baru di wilayah kerjanya itu, menurut Camat adalah dengan melaksanakan penyemprotan kepada seluruh fasilitas umum.

Selain itu, Camat mengimbau kepada seluruh desa agar bersikap pro aktif mengawasi setiap orang berasal dari luar daerah yang datang ke desa hingga memaksimalkan penerapan Prokes diseluruh jenis kegiatan yang berlangsung.

“Tindakan yang bisa kita lakukan segera adalah dengan memaksimalkan penyemprotan disinfektan, meminta kepada seluruh desa agar lebih pro aktif mengawasi setiap orang dari luar daerah yang datang ke desa, memaksimalkan penerapan Prokes di dalam setiap kegiatan yang terselengarakan di lingkungan masyarakat.

Dan kita juga minta seluruh pihak bisa bergotong-royong untuk mencegah dan melawan kasus Covid ini dengan mematuhi segala bentuk himbauan pemerintah,” demikian Camat.

Covid Nambah Empat, Kecamatan XIV Koto “Pecah Telor”

TERPISAH, di Kabupaten Mukomuko, Satgas penanggulangan Covid-19 Kabupaten Mukomuko, kembali merealese penambahan sebanyak 4 kasus positif Covid-19, Senin (23/11) kemarin. Kasus tersebut terdapat di tiga wilayah kecamatan yaitu Sungai Rumbai sebanyak 2 kasus, Lubuk Pinang sebanyak 1 kasus dan XIV Koto sebanyak 1 kasus.

Khusus untuk 1 kasus dari Kecamatan XIV Koto, yaitu kasus pertama selama pandemi. Sedangkan 3 kasus lainnya di Kecamatan Sungai Rumbai dan Kecamatan Lubuk Pinang, sudah masuk wilayah cluster penyeberan Covid sejak beberapa waktu yang lalu.

“Kecamatan XIV Koto pecah telor dengan ditemukanya 1 kasus baru di daerah itu. Hari ini ada penambahan sebanyak 4 kasus dari tiga wilayah kecamatan. Sehigga jumlah kasus yang ada di Kabupaten Mukomuko, sekarang menjadi 86 orang,” tegas juru bicara Satgas penanggulangan Covid-19 Kabupaten Mukomuko, Bustam Bustomo, S.KM, kemarin.

Sedangkan inisial pasien Covid-19 dari Kecamatan Sungai Rumbai diantaranya, MT 44 tahun Desa Gading Jaya. Riwayat pasien belum diketahui, dan pasien ini memiliki gejala batuk, sakit tenggorokan sejak tanggal 8 November 2020 lalu.

Pasien diambil tes swab pada taggal 10 November 2020 dan saat ini yang bersangkutan sudah melakukan isolasi mandiri di rumah. Selanjutnya pasien inisial SR 33 tahun warga Desa Retak Mudik.

Riwayat pasien belum diketahui, dan pasien memiliki gejala batuk, sakit tenggorokan, pilek, sakit kepala pada tanggal 2 November 2020. Pasien diambil tes swab pada tanggal 10 November dan sekarang yang bersangkutan sudah melakukan isolasi mandiri.

Sedangkan inisial pasien dari Kecamatan Lubuk Pinang yaitu AA 3 tahun warga Desa Lubuk Pinang. Pasien ini kuat dugaan ada kontak erat dengan pasien terkonfirmasi. Pasien tidak memiliki gejala, dan yang bersangkutan diambil tes swab pada tanggal 13 November 2020.

Untuk sekarang, yang bersankutan sudah melakukan isolasi mandiri. Dan inisial pasien terakhir dari Kecamatan XIV Koto yaitu VJP 32 tahun warga Desa Rawa Mulya SP 7.

Riwayat pasien belum diketahui, namun pasien memiliki gejala batuk, pilek, hilang penciuman pada tanggal 5 November 2020. Dan pasien ini diambil tes swab pada tanggal 13 November. Pasien sudah melakukan isolasi mandiri di rumahnya.

“Itulah inisial 4 orang pasien Covid-19 dari tiga kecamatan. Kami selalu mengimbau kepada masyarakat supaya tetap menjalankan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid. Pakai selalu masker, rajin cuci tangan dengan menggunakan sabun, dan selalu jaga jarak. Mudah – mudahan saja dengan cara itu tidak ada lagi penamabahan kasus baru,” harap Bustam. (mae/sig/rel)

__Terbit pada
24 November, 2020
__Kategori
News