Jalan Tembus Lebong-Merangin Dipastikan Gagal

  • Sumardi: Alternatifnya Lebong-Sarolangun

BENGKULU RU – Jalan tembus antara Sungai Lisai Kecamatan Pinang Belapis Kabupaten Lebong menuju desa Muara Madras Kecamatan Jangkat Kabupaten Merangin dipastikan tidak bisa terealisasi. Meskipun demikian tetap ada alternatif lain, yakni dari titik yang sama di Kabupaten Lebong menembus desa Sungai Keradak Kecamatan Batang Asai Kabupaten Sarolangun.

Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Drs. Sumardi, MM mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan DPRD, Bappeda, dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Merangin serta Balai Besar Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS).

Koordinasi itu bertujuan untuk menindaklanjuti rencana pembukaan konektivitas antara Provinsi Bengkulu dengan tetangga, yakni Sumatera Barat, Jambi, dan Sumatera Selatan.

“Kita ke Kabupaten Merangin, terkait rencana awal pembukaan jalan tembus Kabupaten Lebong dengan Merangin dan hasilnya jalan tembus itu tidak bisa direalisasikan. Karena harus membelah kawasan TNKS yang cukup panjang, dan diketahui lokasi itu merupakan perlintasan dan habitat satwa liar yang sebagian besar dilindungi,” ungkap Sumardi, Senin (18/1).

Ditambah lagi, lanjut Sumardi, disana juga ada masyarakat Serampas di wilayah desa Muara Madras masih menjunjung tinggi keberadaan hutan adat.

“Jadi karena sulit mewujudkan jalan tembus Lebong tepatnya dari desa Sungai Lisai menuju desa Muara Madras Kabupaten Merangin, maka disarankan tembusnya ke Kabupaten Sarolangun,” kata Sumardi.

Jadi, sambung Sumardi, dari desa Sungai Lisai nantinya tembus ke desa Sungai Keradak Kecamatan Batang Asai, Sarolangun. Dari sisi jarak, sebenarnya ini cukup singkat.

“Karena hanya berjarak 21 KM dan prosesnya tidak terlalu sulit. Jika tetap dipaksakan dari Sungai Lisai ke Muara Madras, Merangin itu jaraknya malah makin jauh yakni 35 KM,” ujar Sumardi.

Lebih jauh dikatakannya, seiring dengan itu antara Kabupaten Merangin dengan Sarolangun juga sudah menjajaki jalan tembus dari desa Sungai Keradak menunju Muara Madras.

“Tahun ini kedua kabupaten di Provinsi Jambi itu mulai merealisasikannya. Sedangkan kita, jika nantinya terealisasi ditargetkan tahun depan,” demikian Sumardi. (tux)