Hilang, Ratusan Warga Dikerahkan Cari Tomi

HULU PALIK RU – Dua hari terakhir ini warga Desa Pematang Balam, Kecamatan Hulu Palik, Kabupaten Bengkulu Utara dibuat heboh. Ini setelah Tomi remaja berusia 17 tahun dinyatakan hilang oleh pihak keluarga.

Hamidin, salah seorang tokoh masyarakat setempat menyebutkan jika saat ini masyarakat disebar dalam beberapa kelompok untuk mencari keberadaan Tomi. Pencarian dilakukan ke sejumlah lokasi perkebunan dan persawahan di sekitar Desa Pematang Balam dan juga desa tetangga.

Mantan Penjabat Kades Pematang Balam itu menjelaskan, Tomi dinyatakan hilang oleh orangtuanya, sejak Selasa (25/5/2021) siang.

“Jadi saat mulai dipastikan hilang itu, warga desa mulai melakukan pencarian. Bahkan, hingga malam tadi,” ujarnya ketika dikonfirmasi RU, Rabu (26/5/2021) siang.

Ia juga membeberkan, salah satu kerabat di desanya itu (Tomi,red) selama ini memang mengalami gangguan kesehatan, berupa epilepsi. Tomi Hilang dari pantauan orangtuanya, pada Selasa siang, sekira Pukul 10.00 WIB, ketika Ibunya pergi ke kebun.

“Keterangan orang tuanya, saat itu Tomi tidak mau ikut. Jadi, Tomi ditinggalkan di rumah. Hanya saja, setelah pulang Tomi tidak lagi ditemukan. Ada warga desa mengatakan, sempat bertemu Tomi di jalan ke arah lokasi perkebunan dan tengah duduk di bawah pohon besar,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pematang Balam, Ralani ketika hubungi RU melalui sambungan telepon, juga membenarkan hilangnya salah satu warganya itu.

“Kami masih melakukan pencairan hingga siang ini. Tomi belum bisa ditemukan. Kami sudah melakukan pencarian ke sejumlah lokasi perkebunan, persawahan,” jelasnya.


WARGA berkumpul di rumah orangtua Tomi sembari ada yang terus melakukan upaya pencarian.

Sementara itu, Plh Camat Hulu Palik, Zainal mengatakan setidaknya ada sebanyak 300 warga saat ini telah diterjunkan mencari keberadaan Tomi.

“Kami dari Tripika Hulu Palik juga ikut melakukan pencairan Tomi dan terkait hal ini juga kami sudah sampaikan ke pemerintah daerah dengan harapan ada bantuan tenaga pencarian, agar bisa lebih cepat ditemukan,” tandasnya. (sfa)