Erosi Sungai Manjunto Makin Mengkhawatirkan

Alex: Sudah Sampai ke Dapur Warga

MUKOMUKO RU – Hingga sekarang belum ada upaya serius yang dilakukan oleh pemerintah untuk menanggulangi bencana alam erosi sungai manjunto, khususnya di wilayah Kecamatan Lubuk Pinang. Diungkapkan Ketua BPD Desa Arah Tiga Kecamatan Lubuk Pinang, Alex Naliarno, SH, erosi sungai manjunto itu sudah sampai di dapur rumah milik warga.

Mirisnya, meski usulan pembangunan penanggulangan erosi sudah sering disampaikan ke pemerintah, namun sampai saat sekarang ini belum ada respon.
“Desa Arah Tiga Kecamatan Lubuk Pinang, sudah berulang kali mengajukan pembangunan penanggulangan erosi ke Balai Sungai di Bengkulu.

Hampir setiap tahun kami mengajukan, tapi tidak ada respon yang bisa menyenangkan hati masyarakat. Kini kondisi erosi sungai manjunto khususnya yang ada di desa kami makin mengkhawatirkan. Cepat atau lambat, bakal banyak rumah warga terjun ke sungai,” ketus, Alex.

Sebelum hal buruk terjadi, pihaknya mendesak kepada pihak yang terkait supaya segera melakukan upaya penanggulangan bencana erosi sungai manjunto. Sebab bencana tersebut terjadi sudah beberapa tahun dan bukan hanya di tahun 2020 ini.

“Sudah hampir 10 tahun kondisi ini terjadi. Tapi sampai sekarang ini tidak ada respon yang bisa menyenangkan hati masyarakat. Ini bukan hanya ada kaitanya materi yang terancam. Namun nyawa masyarakat juga ikut terancam jika bencana itu tidak cepat diatasi. Itu sebabnya, jika bisa kami minta tolong kepada pemerintah supaya segera bertindak cerpat sebelum semuanya terlambat,” desaknya.

Terpisah Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mukomuko, Bustari, ST, M.Si, mengaku sudah menyampaikan usulan kepada pemerintah soal penanggulangan bencana alam erosi sungai yang ada di daerah ini. Bukan hanya erosi sungai Manjunto, namun sungai Selagan dan sejumlah sungai

lainnya juga ikut diusulkan. “Sudah kami usulkan. Kami juga tidak tahu persis penyebab belum adanya upaya. Karena yang bertanggungjawab penuh soal ini pihak balai. Tugas kami hanya mendata, mengevaluasi dan hasilnya kami sampaikan ke Balai Sungai.

Termasuk juga proposal masyarakat yang meminta bangunan penanggulangan erosi itu. Ya harapan kami dalam tahun ini ada tindakan nyata yang dilakukan pemerintah. Kami juga akui, keberadaan erosi sungai itu sudah sangat membahayakan masyarakat,” katanya. (rel)

__Terbit pada
11 Juli, 2020
__Kategori
Mukomuko