Dewan Soroti Lampu Jalan ‘Merem’

ARGA MAKMUR RU – Lampu penerangan jalan, belum habis tahun anggaran 2020 lalu hingga kini, banyak yang sudah padam (Merem,red). Padahal, rata-rata perbaikannya dilakukan jelang tengah tahun.

Wakil Ketua 1 DPRD Bengkulu Utara (BU), Juhaili, SIP, dibincangi Radar Utara mengaku, banyak mendengar keluhan, soal lampu jalan yang padam itu. Dia berharap, lampu jalan yang idealnya dapat lebih baik, seturut dengan lancarnya setoran Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) dari yang nilainya miliaran rupiah itu, diharap Juhaili, bisa lebih konkret dalam memperbaikian fasilitas dan kualitas penerangan jalan umum.

“Masyarakat sudah banyak yang ngeluh, soal lampu jalan ini. Banyak yang padam,” kata Juhaili, kemarin.

Penerangan lampu jalan, kata Juhaili, sangat penting dan strategis. Tidak hanya bisa mencegah terjadinya lakalantas, juga turut mencegah aksi-aksi kejahatan di ruas-ruas jalan yang berada di jalur-jalur jauh dari pemukiman penduduk.

Untuk itu, melalui satuan kerja di lingkungan daerah, politisi Golkar itu berharap agar perbaikan lampu jalan ini bisa sesegera mungkin untuk dilakukan perbaikan, berikut juga dengan perlengkapan lainnya yang rusak, contohnya traffic light yang ada di Simpang Kantor Pos dan Simpang Dwi Guna.

“Lampu jalan ini, tidak hanya turut serta dalam mencegah kecelakaan lalulintas dan mencegah aksi kejahatan. Tapi juga akan memberikan keindahan saat malam hari,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan BU, Nur Imansyah mengaku, kalau kini tengah dilakukan persiapan-persiapan itu. Maklum, lanjut dia, kewenangannya soal lampu jalan dan penerangan lampu jalan, luasannya se daerah. Meski begitu, dia menegaskan daerah sudah mengalokasikan anggaran untuk perbaikannya.

Mulai dari dari perbaikan traffic light atau lampu merah yang rusak sejak tahun lalu hingga kini serta perbaikan penerangan lampu jalan.

“Saat ini kan masih dalam proses persiapan pengelolaan anggaran yang menggunakan sistem baru, SIPD. Tapi prinsipnya, perbaikannya akan bisa cepat dilakukan, karena tidak perlu lelang,” tukasnya yang memiliki anggaran Rp 215 juta untuk perbaikan lampu jalan dan Rp 25 juta untuk traffic light rusak itu. (bep)