Dermaga Nelayan Pasar Palik Butuh Perhatian

AIR NAPAL RU – Para nelayan tradisional Pasar Palik, Kecamatan Air Napal, Kabupaten Bengkulu Utara berharap ada perhatian serius dari pemerintah atas kondisi dermaga nelayan di Desa Pasar Palik.

Pasalnya, dermaga itu kini tengah mengalami pendangkalan jalur, sehingga sulit untuk dilalui perahu motor nelayan.

Sadirman salah seorang nelayan setempat mengaku kesulitan jika akan menyandarkan perahunya di dermaga nelayan itu. Sebab, selain banyak jalur yang dangkal, breakwater atau pemecah gelombang yang dibangun oleh pemerintah tidak sampai di tengah laut. Akibatnya, perahu nelayan sangat kesulitan ketika ingin masuk ke jalur dermaga.

“Banyak perahu yang pecah, karena terhantam ombak dan menabrak batu. Sebab, breakwaternya hanya di pinggir. Idealnya harus sampai ke ombak kedua sana. Sehingga keluar masuknya kapal lebih aman,” harapnya.

Ia mengaku sangat berharap, kondisi itu bisa segera mendapatkan penanganan pemerintah. Sebab, akibat abrasi pantai yang sangat tinggi. Para nelayan mulai kesulitan mencari tempat sandaran perahu.

“Kalau jalur dermaga ini bagus. Maka para nelayan bisa ngumpul semua di Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Dan Perahunya bisa lebih aman disandarkan di dermaga ini,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pasar Palik, Saipul Amri, SE ketika dibincangi RU mengenai kondisi dermaga nelayan di desanya itu mengaku, pihaknya sudah berulangkali mengajukan permohonan perbaikan dermaga, baik ke kabupaten, provinsi maupun pusat.

“Tapi sampai sekarang tidak ada tanggapan apapun. Kami sebenarnya kecewa, saya sangat kasihan dengan nelayan di sini,” tutupnya. (**)

__Terbit pada
24 Oktober, 2020
__Kategori
Metropolis