Deklarasi, PMBP Siap Menampung Persoalan Sosial Masyarakat

PINANG RAYA RU – Bertempat di gedung PLUT Desa Bukit Makmur, Kecamatan Pinang Raya pada hari Sabtu (24/11), lalu. Organisasi kemasyarakatan (Ormas) Pemberdayaan Masyarakat Bawah Pinra (PMBP) telah mendeklarasikan dan meresmikan eksistensinya.

Agenda deklarasi turut dihadiri oleh puluhan anggotanya serta disaksikan langsung oleh unsur tripika Kecamatan Pinang Raya, Pemdes Bukit Makmur, tokoh pemuda, tokoh perempuan, tokoh adat, tokoh agama di Desa Bukit Makmur hingga dihadiri oleh sejumlah perwakilan anggota wakil rakyat dari BU maupun provinsi Bengkulu itu.

Ketua PMBP, Joni WS menjelaskan, deklarasi Ormas yang dipimpinnya, berangkat dari banyaknya persoalan sosial yang dialami oleh masyarakat. Sehingga dirinya berinisiatif bersama seluruh tokoh di Desa Bukit Makmur dan secara umum di Kecamatan Pinang Raya, untuk menjembatani, memperjuangkan dan membela kepentingan masyarakat melalui Ormas PMBP ini.

Ditegaskan Joni, melalui peran PMBP, pihaknya akan mengajak masyarakat untuk menjalankan fungsinya dalam mengawasi dan terlibat langsung pada kebijakan atau program pembangunan di wilayah kerjanya untuk kepentingan publik, terkhusus di Kecamatan Pinang Raya.

Di sisi lain, kehadiran PMPB ini juga memiliki fungsi untuk menjaga stabilitas politik dan sosial. Dimana kehadiran PMBP, ini juga akan hadir untuk menengahi berbagai kepentingan yang terjadi antara kelompok masyarakat sehingga dapat meminimalisir potensi konflik sosial melalui program kerja yang telah diusungnya.

“PMBP kita bentuk atas dasar persoalan sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat. Baik itu kepedulian di dalam lingkungan hidup, praktisi hukum, budaya, ekonomi dan lain sebagainya.

Melalui Ormas PMBP ini kita ingin meningkatkan partisipasi masyarakat, memberikan pelayanan kepada masyarakat, menjaga nilai agama, melestarikan dan memelihara norma moral, etika dan budaya hidup dalam masyarakat.

Mengembangkan toleransi dalam kehidupan masyarakat dan menjaga, memelihara serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dalam mewujudkan pembangunan di daerah kita. Dan saat ini kita sudah memiliki sekitar 60 anggota aktif,” terangnya.

Terhitung sejak resmi dideklarasikan, Joni mengaku, PMBP siap bekerja dan menampung persoalan yang dialami oleh masyarakat di wilayah kerjanya. Joni berharap, kehadiran PMBP ini turut mendapat suport dan dukungan dari seluruh elemen, khususnya pemerintah sebagai mana peran Ormas turut mendukung pembangunan suatu daerah.

“Sejak dideklarasikan kita sudah siap bekerja. Mulai dari persoalan sosial, ekonomi dan bantuan hukum akan kita berikan ke masyarakat yang membutuhkan. Mohon dukungan dari seluruh pihak. Sehingga kehadiran kita(PMBP) benar-benar dapat memberi kontribusi positif terhadap kepentingan publik.

Bahkan juga perlu diketahui. Kehadiran Ormas PMBP yang kita dirikan ini juga sudah diperkuat dengan kekuatan hukum yang terdaftar di Menkumham RI dan Kesbangpol BU sebagai bukti kemitraan kita dengan pemerintah,” tandasnya.

Di sisi lain, salah sosok tokoh yang menjadi bagian dari unsur Pembina di dalam Ormas PMBP ini, Sahat M Situmorang, berharap seluruh elemen masyarakat dapat terlibat dalam pembangunan. Dan hadirnya PMBP, adalah bagian dari wadah bagi masyarakat untuk berperan.

“Kehadiran PMBP kiranya bisa menjadi mitra pemerintah dan swasta dalam memajukan daerah, terkhusus Kecamatan Pinang Raya,” demikian Sahat.
Pantauan RU di lapangan, acara deklarasi PMBP dilanjutkan dan ditutup dengan kegiatan bakti sosial (Baksos) oleh anggota PMPB dengan menyalurkan paket Sembako kepada 17 masyarakat di Bukit Makmur. (Sig)

__Terbit pada
17 November, 2020
__Kategori
Ketrina