Covid-19 Jadi Biang Serapan Anggaran Rendah

BENGKULU RU – Pademi Corono Virus Disease (Covid-19) disebut menjadi penyebab atau biang hingga rendahnya serapan APBD Provinsi Bengkulu Tahun Anggaran (TA) 2020. Ini disampaikan Sekdaprov Bengkulu, Drs. Hamka Sabri, M.Si diwawancarai usai menghadiri paripurna DPRD Provinsi Bengkulu dengan agenda jawaban Gubernur tentang APBD Perubahan, Rabu (23/9).

Menurut Hamka, hingga triwulan ketiga tahun ini, serapan APBD Provinsi Bengkulu mencapai 53,30 persen. Banyak yang menjadi faktor capaian serapan hanya segitu. “Salah satunya lantaran pandemi Covid-19, sehingga menyebabkan anggaran yang sudah dialokasikan tersebut sama sekali tak memungkinkan untuk direalisasikan,” ungkap Hamka.

Kemudian, lanjut Hamka, tranfer pusat juga berkurang, dan menurunnya target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang juga disebabkan pandemi Covid-19. “Meskipun demikian terkait serapan ini kita sudah menyiapkan beberapa langkah. Diantaranya mengintensifkan rapat Tim Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran (TEPRA) dan evaluasi pendapatan,” ujar Hamka.

Disinggung soal sorotan fraksi terkait tindaklanjut LHP BPK RI, Hamka memastikan bakal ditindaklanjuti, yang tentunya disesuaikan dengan rekomendasi BPK RI. “Termasuk juga persoalan utang pada pihak ketiga atau rekanan. Pasti kita lunasi atau bayar, namun harus tetap disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” tegas Hamka.

Lebih jauh dikatakannya, sementara untuk pencegahan dan penanganan Covid-19 yang sejauh ini kasus konfirmasi positif terus bertambah, beberapa langkah sudah dilakukan. “Baik dari bidang kesehatan, jaring pengaman sosial, dan pemulihan ekonomi mulai kita lakukan. Kitapun bakal meningkatkan sinergitas dengan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam masalah ini,” singkatnya. (tux)

__Terbit pada
24 September, 2020
__Kategori
Kota Bengkulu