Covid-19 di BU Meningkat, Mian Tiadakan Open House

PADANG JAYA RU – Bupati Bengkulu Utara, Ir H Mian memastikan dirinya tak menggelar open house pada saat Hari Raya Idul Fitri yang diperkirakan jatuh pada 12 Mei mendatang. Pasalnya, di Kabupaten Bengkulu Utara, kasus penularan Covid-19 saat ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Hal ini ditegaskan Ir H Mian saat menggelar pertemuan dengan kepala desa di Balai Desa Sido Mukti, Kecamatan Padang Jaya, Senin ( 3/5). Ia juga mengajak Kepala Desa untuk menyatukan tujuan serta mendukung melakukan pencegahan Covid-19 di tingkat masyarakat.

Dukungan yang dimaksud pemerintah daerah yakni, Kepala Desa dari empat kecamatan yakni Kecamatan Batiknau, Air Padang, Giri Mulya serta Padang Jaya diajak bersama-sama mencegah penyebaran Covid-19 dengan cara turun langsung ke masyarakat secara masif.

“Jangan hanya lewat spanduk. Ayo Pak Kades kita turun, berikan pemahaman kepada masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan, jangan sampai terjadi seperti di Negara India,” ajaknya.

Dalam kegiatan penandatanganan kesepakatan pencegahan Covid-19 ini, semua acara atau kegiatan kerumunan ditiadakan.

“Tidak ada open house saat lebaran, ayo kita manfaatkan lebaran kali ini dengan beribadah serta menjauhi kerumunan,” pungkasnya.


Kepala Desa menandatangani dukungan serta penyataan untuk bersama-sama tidak kendor dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19.

Menurut laporan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Utara, Syamsul Ma’arif mengaku, keberadaan zona merah yang melanda Kecamatan Arga Makmur, Ketahun, Pinang Raya serta Batiknau, Kabupaten Bengkulu Utara menduduki posisi urutan ketiga lonjakan penyebaran Covid-19 di Provinsi Bengkulu.

“Di bulan Mei ini saja, masyarakat Bengkulu Utara yang sudah terpapar ada 19 orang,” ucapnya.

Pihaknya juga menyadari, vaksin yang dinilai mampu menekan angka Covid-19, saat ini kuota vaksin untuk masyarakat belum bisa dipenuhi. Meskipun di beberapa Puskesmas masih tersedia, namun hanya untuk petugas pelayanan publik seperti kepala desa dan tenaga kesehatan.

“Vaksin selalu kami ajukan dan koordinasi dengan kementerian, semoga untuk perangkat desa dan guru segera terealisasi,” terang kadis. (**)