Cegah Kerumunan, Kelulusan Diambil Orang Tua

ARGA MAKMUR RU – Untuk mematuhi anjuran dari pemerintah untuk tidak mengadakan kegiatan yang menimbulkan kerumunan massa, proses pembagian surat kelulusan untuk siswa Kelas IX SMP sederajat hanya melibatkan orang tua, tanpa melibatkan siswanya. Bahkan semua sekolah juga wajib untuk menjalankan protokoler kesehatan, mulai dari pengecekan suhu tubuh orang tua saat ke sekolah, wajib menggunakan masker saat proses mengambil pengumuman dan menjaga jarak antar orang tua lainnya.

Seperti yang dilaksanakan oleh SMPN 1 Bengkulu Utara, pembagian pengumuman dilakukan terpisah untuk tiap kelas dan orang tua juga diminta untuk menyampaikan pengumuman ini kepada anak-anaknya di sore hari dan disertai dengan perjanjian untuk tidak ada aksi atau kegiatan yang tidak perlu.

“Kita hanya mengundang orang tua siswa dan saat memberitahukan pengumuman kepada anak-anak mereka nantinya harus disertai dengan surat perjanjian, sehingga mereka bisa lebih terkontrol dalam merayakan kelulusan ini,” jelas Kepala SMPN 1 BU, Dra Tiswarni, M.Pd.

Sementara itu, di SMPS IT Darul Fikri Arga Makmur juga tidak berbeda, yang wajib mengambil pengumuman kelulusan adalah orang tua dan agenda ini juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada siswa yang berprestasi. Baik prestasi akademik maupun prestasi yang berkaitan dengan keagamaan yakni hafalan Alquran yang memang sudah menjadi Quality Assurance sekolah ini.

“Rencana awal ada pelepasan untuk siswa Kelas IX. Namun itu tidak mungkin bisa untuk dilaksanakan. Maka dari itu momen ini juga digabung dengan agenda pelepasan untuk semua siswa dan pembagian piagam penghargaan,” demikian Kepala SMPS IT DF, Wawan Effry, S.Pd.

Ultimatum Euforia Kelulusan

TERPISAH, tindakan tegas tengah dipersiapkan polisi, jelang kelulusan pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di daerah. Hal ini ditegaskan Kapolres Bengkulu Utara (BU) AKBP Anton Setyo Hartanto, SIK, MH melalui Kasat Lantas AKP Kadek Suwantoro, SH, SIK yang menyampaikan agar tidak terjadi aksi corat-coret diberangi konvoi di jalanan oleh pelajar SMP yang lulus di tengah pandemi Corona saat ini.

“Kami akan menindaktegas konvoi di jalanan,” tegas Kasat Kadek, kemarin.
Ultimatum polisi ini, cukup lumrah, pasalnya aksi memprihatinkan juga sempat terjadi ketika kelulusan tingkat SLTA beberapa waktu lalu. Seolah tak menggubris larangan kegiatan yang tak mencerminkan physical distancing, banyak pelajar SLTA yang tetap nekad corat-coret, sembari konvoi menggunakan kendaraannya di tengah jalan.

“Selain akan menilang pelanggaran. Motor yang terjaring razia juga akan kami tahan untuk waktu yang lama,” tegasnya memungkas. (bep)

__Terbit pada
6 Juni, 2020
__Kategori
News