BUMDes Rawan Dikorupsi

ARGA MAKMUR RU – Kasus penyertaan modal ke BUMDes di Desa Tanjung Raman yang berujung menyeret Kepala Desa nya, SU, jadi tersangka dugaan korupsi yang merugikan negara ratusan juta, sangat mungkin juga terjadi praktik serupa di desa-desa lain.

Terkuaknya, dugaan korupsi yang sebenarnya sudah bermasalah sejak 2017 itu, turut menyorot akan kualitas pelaksanaan pembinaan, pendampingan hingga pengawasan terhadap para pengelola dana desa di daerah. Kuantitas BUMDes yang moncer pun relatif rendah.

Inspektur Inspektorat Daerah Bengkulu Utara (BU), Eka Hendriyadi, SH, MH, kepada koran ini menyampaikan salah satu kegiatan dana desa yang rawan kongkalikong itu, salah satunya dana penyertaan modal dana desa ke BUMDes.

Longgarnya sistem pengawasan ini cukup ketara dalam kasus yang kini menyorot ke salah satu desa di Kecamatan Kota Arga Makmur yang relatif memiliki tentang jarak yang relatif dekat itu. Nyatanya, penyertaan modal senilai Rp 100 juta dan Rp 50 juta itu dapat “aman” selama 3 tahun dan baru menyeruak di tahun ini.

“Penyertaan modal ini, idealnya terpantau di desa dengan perangkat dan sistem pengawasannya pula. Untuk, persoalan ini akan menjadi salah satu fokus kita,” ujar Eka Hendriyadi, kemarin.

Sejalan dengan instruksi Presiden Joko Widodo, langkah pencegahan tetap menjadi acuan kerja pigaknua, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi).
“Karena perlu ada pendampingan khusus, terkait dengan BUMDes ini. Agar kerja-kerja BUMDes yang dibuat lebih terukur, termasuk juga soal anggaran,” pungkasnya. (bep)

__Terbit pada
4 Juli, 2020
__Kategori
News