Budidaya Porang jadi Primadona Masa Kini

ARGA MAKMUR RU – Komoditi bisnis anyar, Porang, kini tengah digarap oleh beberapa orang di Kabupaten Bengkulu Utara (BU). Porang yang merupakan sebuah tanaman jenis umbi-umbian itu, kini tengah digalakkan di wilayah Kecamatan Padang Jaya. Mirip-mirip dengan heboh bisnis digital kripto, yang kini tengah dilirik Kementerian Perdagangan (Kemendag), melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) sedang menggodok rencana pendirian bursa kripto. Tanaman porang, juga disebut-sebut akan menjadi bisnis sektor pertanian yang bakal moncer.

Adalah Rarasmoro, seorang warga di Desa Marga Sakti Kecamatan Padang Jaya, kini tengah menggeluti potensi budidaya porang. Bersama dengan kelompok yang terdiri beberapa orang, kini sudah ditanam komoditi porang yang dalam waktu dekat, akan memasuki fase panen. Ini akan menjadi panen perdana di Bengkulu Utara.

“Cukup menjanjikan. Makanya, kami tidak cuma mengajak. Kami juga sudah melakukan. Semoga menjadi stimulan pemulihan ekonomi masyarakat di tengah pandemi,” ujar Rarasmoro, kemarin.

Pria yang cukup peduli dengan seni, khususnya seni keroncong dan sejenisnya itu, kepada Radar Utara menyampaikan, bersama dengan kelompoknya berencana menghadirkan mentor bisnis porang yang didatangkan dari Provinsi Jawa Timur. Ancang-ancangnya, terus pria pemilik nama lengkap Natalina Rarasmoro ini, tanaman porang kelompoknya itu akan bisa dipanen pada September mendatang.

“Pola berpikirnya masih semangat pemberdayaan. Tidak perlu berfikir nanem porang luas atau berhektar-hektar. Cukup memanfaatkan pekaran rumah saja dulu, kemudian bisa dilihat pascapanen nantinya bagaimana. Secara prospek, porang masih sangat menjanjikan. Harga saat ini, Rp 13 ribu/kg. Bagaimana kalau sekitaran rumah bisa nanem sampe 500 batang. Dirata-ratakan, perbatangnya 1 kg, silakan hitung sendiri hasilnya,” ajaknya memungkas, kata Mualaf ini. (bep)