BU Mendekati Merah, RSUD Tiadakan Jam Kunjungan

ARGA MAKMUR RU – Sampai berita ini diturunkan, Senin sore kemarin, jumlah kasus pasien terkonformasi positif Covid-19 di Kabupaten Bengkulu Utara (BU) total mencapai 30 pasien dengan 1 pasien dinyatakan meninggal dunia, 7 pasien menjalani perawatan dan isolasi mandiri serta 23 lainnya dinyatakan sembuh.

Juru Bicara Satgas Covid-19 BU, Samsul Maarif, SKM, M.Kes, adanya penambahan kasus terkonfirmasi positif beberapa waktu lalu, BU mengalami perubahan status dari zona kuning menjadi zona oranye (Mendekati Merah,red) atau daerah dengan resiko sedang.

“Kita telah menerima konfirmasi dari pusat terkait perubahan zona ini dan kondisi yang terjadi saat ini kita memang berada dalam resiko sedang untuk kasus dan angka penularan virus Covid-19 ini,” jelasnya.

Untuk itu, Ia meminta kepada semua pihak, baik Satgas Covid-19 dari semua tingkatan maupun masyarakat secara umum, untuk menjaga kondisi ini dan jika memungkinkan secara bersama-sama bisa kembali menurunkan status zona resiko Covid-19 ini yakni dengan mematuhi prokes yang telah ada, dengan memakai masker, menjaga jarak, rajin mencuci tangan maupun memakai hand sanitizer dan menjaga kondisi tubuh tetap sehat dengan berolahraga maupun konsumsi makanan sehat.

“Yang bisa kita lakukan saat ini adalah berusaha untuk menjaga diri masing-masing dan pastikan tetap disiplin menjalankan prokes yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” tandasnya.

Belum Boleh Kunjungan

SEMENTARA itu, RSUD Arga Makmur belum mencabut Surat Edaran (SE) yang mengatur jam besuk atau ijin mengunjungi pasien yang menjalani perawatan di RSUD milik pemerintah ini. Ini dilakukan dikarenakan masih ada pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang menjalani perawatan dan langkah menekan kemungkinan penyebaran virus lebih luas lagi.

Direktur RSUD Arga Makmur, dr Jasmen Silitona, Sp.KK, M.Kes menerangkan, pihaknya belum mengubah kebijakan karena kondisi yang terjadi saat ini maka upaya memperkecil resiko penularan harus dilakukan dengan tegas dan disiplin.

Jasmen meminta masyarakat untuk mengurungkan niat, jika ingin melakukan kunjungan di RSUD dan bisa memilih untuk mengunjungi pasien atau kerabat di kediamannya. “Kita tidak mau mengambil resiko yang lebih besar dan aturan larangan kunjungan pasien masih kami terapkan,” jelasnya.

Satgas TAP Belum Tahu Ada Warga Positif Covid-19

TERPISAH, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Covid-19 Kecamatan Tanjung Agung Palik (TAP), Kabupaten Bengkulu Utara, Benhar, S.IP mengaku belum mengetahui jika ada warganya yang terkonfirmasi positif Covid-19.
“Kami belum tahu, itu warga desa mana?” ujarnya ketika dikonfirmasi RU, Senin (26/10/2020).

Meski begitu, Ia berencana untuk menggali informasi adanya temuan warga desanya yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut. “Kami akan tanyakan dulu ke Satgas Kabupaten dulu. Sebab, sampai dengan saat ini kami belum mendapatkan pemberitahuan jika ada warga TAP yang terkonfirmasi positif Covid-19,” lanjutnya.

Untuk mengulas informasi sebelumnya, Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Bengkulu Utara, pada Sabtu (24/10/2020) kemarin, secara resmi mengumumkan adanya penambahan jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Bengkulu Utara, atas nama EI (26 tahun,red) salah seorang tenaga kesehatan yang bekerja di salah satu rumah sakit di Kabupaten Bengkulu Utara dan pernah melakukan kontak erat dengan pasien nomor 22.

EI dinyatakan sebagai pasien tanpa gejala atau OTG bersama sejumlah tenaga kesehatan lainnya. (mae/sfa)

__Terbit pada
27 Oktober, 2020
__Kategori
News