BU Bakal Bangun Pemakaman Khusus Covid-19

Minta Pertanggungjawaban, Jalan Diportal

ARGA MAKMUR RU – Blokade jalan oleh massa di Desa Tebing Kaning Kecamatan Arma Jaya Bengkulu Utara (BU), buntut kesimpangsiuran kasus Covid-19 dari RSMY Bengkulu, terjadi lebih kurang 2,5 jam. Sesuai rencana, penutupan jalan yang bermaksud, isolasi mandiri warga desa itu, dimulai Senin (19/10) sejak Pukul 06.00 WIB.

Massa kemudian membubarkan diri, sekitar Pukul 08.20 WIB, setelah permintaan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bengkulu Utara yang turun dan menjumpai massa. Hanya saja, sebelum membubarkan diri, massa tetap meminta agar daerah hingga Satgas Covid-19, segera merealisasikan poin tuntutan yang dibacakan di lokasi aksi. Ultimatum aksi lanjutan, masih mungkin terjadi, ketika tuntutan tak ditindaklanjuti.


BENNY/RU – BLOKADE, massa menutup akses jalan keluar dan masuk Desa Tebing Kaning, imbas konfirmasi Covid-19 yang dinilai tidak jelas.

Kepala Desa Tebing Kaning, Hamdani menyampaikan, aksi massa di desanya merupakan kesepakatan masyarakat. Karena itu, dia berharap, poin tuntutan masyarakat itu agar segera ditindaklanjuti.

“Karena dampak yang terjadi akibat kasus ini, cukup luas. Kami minta penjelasan segera dari pemerintah, Satgas Covid-19, rumah sakit. Warga kami, ada yang tak bisa sekolah, tak bisa kerja bahkan berdagang tidak laku karena orang takut,” kata Hamdani, Senin pagi kemarin, di sela-sela dirinya meminta massa membubarkan diri yang sempat blokade jalan.

Bersambung…… (Baca selengkapnya di Koran Harian Radar Utara edisi Selasa, 20 Oktober 2020)

__Terbit pada
20 Oktober, 2020
__Kategori
News