Berlakukan Sisrute, Pasien Terlantar

LAIS RU – Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi (Sisrute) yang mulai diberlaku di Provinsi Bengkulu dan salah satunya di Puskesmas Kecamatan Lais, kembali diprotes pasien.

Proses yang lamban serta terkesan menelantarkan pasien yang gawat darurat. Bahkan 2 hari lalu, korban kecelakaan asal Desa Dusun Rajo nyaris meregang nyawa akibat terlantar dan sempat tidak ditangani petugas.

Zahrial keluarga korban menuturkan, korban atas nama Zulkifli pascaterlibat kecelakaan dilarikan ke Puskesmas Lais. Berharap mendapatkan penanganan segera, malah harus menunggu rekomendasi rujukan melalui Sisrute.

Nahas, setelah cukup lama menunggu, korban tak kunjung dirujuk ke rumah sakit rujukan.

“Sangat merugikan pasien. Kalau mengikuti prosedur khususnya sistem rujukan itu, bisa-bisa hal terburuk bakal terjadi ke pasien,” sesalnya.

Sementara itu, anggota DPRD BU, Budesmo meminta agar Pemkab BU melalukan evaluasi terhadap aplikasi yang digunakan untuk pelayanan medis khususnya di Puskesmas Lais.

Selain itu pelayanan yang diberikan tim medis terhadap pasien yang juga dinilai lamban dan tidak sigap, juga perlu dibenahi.

“Saya minta pihak pemkab evaluasi kelayakan sistem ini. Karena saya anggap ini tidak maksimal, apalagi sampai menelantarkan pasien saat dirujuk menggunakan aplikasi ini ” pintanya.

Politisi Partai Bekarya ini menegaskan dirinya tidak ingin hal ini terulang kembali kedepannya.
“Oleh karena itu pemkab harus sigap dan segera menyikapi hal ini,” tukasnya.

Hanya saja hingga berita ini dikorankan, pihak Puskesmas Lais belum dapat memberikan klarifikasi. (jho)

__Terbit pada
14 Januari, 2020
__Kategori
Agropolitan