Berikan Tambahan Jam Belajar, Guru Home Visit 

ARGA MAKMUR RU – Sistem belajar dalam jaringan (Daring) yang diterapkan disambut beragam, baik yang menyambut positif maupun keberatan, apalagi bagi siswa yang orangtuanya tidak memiliki android sebagai media belajar.

Yatimah, salah seorang guru di salah satu sekolah dasar dalam Kota Arga Makmur, memilih untuk memberikan pelajaran kepada siswa di kediaman pribadinya karena mayoritas orangtua siswanya, tidak memiliki android yang bisa mengakses internet.
“Kita menyadari, tidak semua orangtua siswa memiliki android yang bisa akses ke internet, agar proses belajar tetap jalan maka berdasarkan kesepakatan bersama, lokasi pelajaran di pusatkan di rumah saya,” jelasnya.

Cara ini dipilih karena masih banyak orangtua yang belum paham atau kesulitan dalam mengajari anak-anaknya. Proses belajar mengajar ini dilakukan 2 kali dalam satu minggu dan dihadiri oleh kurang lebih 20 siswa. Walaupun belajar di rumah, penerapan protokol kesehatan tetap berjalan, baik memakai masker untuk semua siswa, wajib mencuci tangan sebelum memasuki area belajar dan menerapkan jarak antar siswa.

“Ada sedikit kemajuan dari proses belajar daring murni dengan tambahan tatap muka karena siswa lebih paham dan mengerti secara langsung materi pelajaran yang diberikan,” tambahnya.

Selain itu, sistem belajar mengajar dengan sistem Dalam Jaringan (Daring), guru juga melaksanakan home visit atau datang ke rumah siswa secara bergiliran terutama untuk siswa tingkat PAUD dan SD sederajat. Hal ini dimaksudkan agar para siswa tetap bisa merasakan proses belajar bersama dewan guru secara langsung dan juga ilmu yang disampaikan bisa lebih mengena kepada para siswa.

Seperti yang dilakukan oleh dewan guru dari PAUD Negeri Model Arga Makmur yang telah melakukan home visit atau kunjungan ke rumah-rumah siswa, sembari memberikan materi pembelajaran secara langsung kepada siswa seperti saat proses belajar di sekolah.

Kepala PAUD Negeri Model Arga Makmur, Yusmareni, M.TPd mengatakan semua dewan guru tetap masuk ke sekolah seperti biasa di tiap harinya dan secara bergiliran mendatangi para siswa untuk melakukan home visit ini, karena memang anak-anak PAUD ini membutuhkan sentuhan langsung dalam proses belajar.

“Semua dewan guru telah kita atur jadwalnya untuk home visit, jadi siswa yang berada dalam satu wilayah kita minta untuk berkumpul di salah satu rumah dan melakukan proses belajar disana,” jelasnya.

Mom Reni juga menyampaikan selain materi pembelajaran wajib, disini edukasi dan sosialisasi mengenai virus Covid-19 juga disampaikan kepada siswa, yang bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai mengapa proses belajar harus dilaksanakan di rumah dan apa saja yang harus dilakukan oleh mereka.

“Kami juga mengajak anak-anak untuk belajar tentang hidup bersih dan sehat, serta bagaimana melindungi diri dari bahaya virus yang bisa saja mengancam mereka,” tukasnya.

Pantauan RU, kebijakan Home Visit juga dijalankan oleh SD IT Darul Fikri Arga Makmur. Dengan menerapkan protokol kesehatan, guru SD IT pun mendatangi kediaman siswa/inya yang telah dibagi perkelompok yang tak lebih dari 10 orang. Interaksi belajar pun terjadi layaknya belajar di sekolah, antusiasme siswa/i tampak sumbringah menyambut ustad/ustadzahnya.

“Ya, kami senang belajar kelompok di rumah. Ustad/ustadzahnya ke rumah. Bisa bertemu teman-teman, belajar bersama,” ujar Ravip, salah seorang siswa SD IT Darul Fikri. (mae)

__Terbit pada
8 Agustus, 2020
__Kategori
News