Antisipasi Ledakan Covid-19, Bupati Diminta Perkuat Faskes

PUTRI HIJAU RU – Langkah konkret perlu dilakukan oleh pemerintah daerah untuk mengantisipasi ledakan kasus Covid-19 yang masih menunjukan grafik luar biasa. Salah seorang wakil rakyat dapil IV BU, Febri Yurdiman, SE menilai, antisipasi terhadap ledakan Covid-19 tidak bisa dilakukan oleh pemerintah kabupaten dengan mengandalkan fasilitas kesehatan yang ada di provinsi saja.

Kepala daerah dalam hal ini Bupati BU, menurut Febri, harus melakukan tindakan konkret sedinimungkin untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk terhadap perkembangan kasus Covid-19 dengan memperkuat fasilitas kesehatan (Fakes) daerah.

Konkretnya, kata Febri, jika tindakan tes swab hanya bisa dijangkau ke RS rujukan di provinsi sesuai rekomendasi Kemenkes RI. Tidak ada salahnya, layanan tersebut dapat didorong hingga ke Faskes daerah di kabupaten seperti dengan memanfaatkan Faskes di RSUD Arga Makmur, RS Lagita atau jika diperlukan, hingga ke Puskesmas.

Untuk mendorong keterlibatan Faskes daerah pada penanganan Covid-19 yang lebih serius, harus dibarengi dengan kebutuhan tenaga hingga fasilitas laboratorium yang memadai.

“Kita akui. Hari ini pelayanan seperti tes swab hanya boleh dilakukan oleh RS atau Faskes lain yang direkomendasikan oleh Kemenkes RI, di RSM Yunus Bengkulu. Ini sudah jauh lebih baik ketimbang harus ke Palembang untuk menjangkau tes swab.

Namun ada baiknya, antisipasi ledakan Covid-19 kita lakukan dengan memanfaatkan Faskes di daerah sendiri. Bisa dengan memanfaatkan RSUD di Arga Makmur atau RS Lagita, bahkan jika memungkinkan Puskesmas juga bisa di fungsikan,” sarannya.

Dalam konteks ini, Febri yang juga menjabat Ketua Komisi I DPRD BU ini, akan menyampaikan pemikiran tersebut kepada Dinkes BU untuk dipelajari. Terutama kata Febri, Bupati selaku pihak yang bertangungjawab dalam memaksimalkan fungsi BUMD juga harus tergerak.

“Kita tidak bisa linier saja dengan mengandalkan program bantuan, tindakan penanganan medis perlu dipikirkan secara serius. Secepatnya, pemikiran ini akan kita sampaikan ke Dinkes. Terutama Bupati, selaku pihak yang bertangungjawab terhadap keberadaan BUMD, harus tergerak untuk memaksimalkan fungsi dan peran Faskes di daerah,” tandas Febri.

Terpisah, Direktur RS Lagita Pratama, dr Andarias BP Tarigan, MM mengaku, pemikiran untuk mengusulkan Faskes yang ia pimpin agar dapat difungsikan dalam mengantisipasi ledakan kasus Covid-19 sedang dikoordinasikan ke Dinkes BU.

“Seperti soal pemeriksaan hingga keberadaan ruang isolasi, semua itu sudah masuk dalam agenda kita ke Dinkes BU. Dinkes BU juga berusaha berkoordinasi ke Dinkes Provinsi. Karena hari ini, RS rujukan Covid-19 sudah ditentukan. Dan untuk merealisasikannya, tidak hanya butuh proses tapi juga membutuhkan dana,” demikian Tarigan.(sig)

__Terbit pada
17 September, 2020
__Kategori
Ketrina