68 Hektar Sawah Warga Desa Kota Donok Gagal Panen

LEBONG SELATAN RU – Pascabanjir dan longsor yang terjadi Rabu (21/4) sore lalu, areal persawahan tanaman padi warga Desa Kota Donok, Kecamatan Lebong Selatan, Kabupaten Lebong, puluhan hektar (ha) dipastikan gagal panen.

KONDISI sawah warga yang rusak diterjang banjir. Tampak pula Wabup Lebong saat meninjau lokasi persawahan warga.

Terjadinya banjir lantaran hujan yang mengguyur dengan intensitas tinggi di daerah Lebong, khususnya diwilayah Kecamatan Lebong Selatan dan Kecamatan Rimbo Pengadang. Sehingga luapan air dan lumpur menggenangi jalan raya, termasuk sungai teluk nusai pun ikut meluap dan membanjiri areal persawahan warga.

“Banjir terjadi akibat luapan air dari pegunungan (Air Teluk Nusai, red). Sehingga merendam puluhan hektar persawahan lahan padi milik warga,” terang Hendri, salah satu warga Desa Kota Donok, kemarin.

Menurut warga lainnya, Ali, air sungai tersebut sudah sering meluap. Hanya saja luapan sebelumnya, tidak separah kali ini. Untuk itu, dirinya berharap, Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BBWSS) dapat melakukan normalisasi sungai teluk nusai.

“Sungainya banyak pasir dan batu. Jadi, saat hujan debit air tinggi, luapan pasir dan batu terbawa air masuk ke sawah warga. Termasuk sampah pepohonan. Jadi, perlu dilakukan pengerukan sedimen dan normalisasi sungai teluk nusai,” harapnya.

Selain itu, dirinya berharap perhatian serius dari pemerintah memberikan bantuan benih padi. Khususnya bantuan dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebong. Bersambung………. (Baca selengkapnya di Surat Kabar Harian Radar Utara, edisi Senin, 26 April 2021) Atau berlangganan E-Paper Radar Utara melalui LINK INI